Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar
POS-KUPANG.COM, BAJAWA -- Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menunjukkan kepedulian pemerintah daerah dengan mendatangi rumah duka keluarga korban meninggal dunia di Kampung Watulajar, Desa Lengkosambi Utara, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (30/8/2026).
Kedatangan Wabup Ngada bersama Plt. Camat Riung Johanes Andreas Bake Meo, Kapolsek Riung Ipda Martinus Riang dan Danposramil 01 Riung Serka Syafrudin Umar tersebut untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
Selain menyampaikan ungkapan duka cita, Wabup Bernadinus juga menyerahkan santunan duka dari Pemerintah Kabupaten Ngada kepada keluarga korban.
Baca juga: BREAKING NEWS : Pemuda 20 Tahun di Riung Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun
Santunan tersebut diterima ayah korban, Anisitus Paso, di rumah duka sekitar pukul 14.55 WITA.
Sebelumnya, pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WITA, Anisitus menemukan anaknya, YD (20), telah meninggal dunia di kebun milik keluarga di Kampung Watulajar.
Korban kemudian dievakuasi oleh keluarga dan masyarakat menuju Puskesmas Lengkosambi untuk menjalani pemeriksaan medis.
Setelah pemeriksaan selesai, jenazah korban dibawa kembali ke rumah duka untuk menjalani rangkaian adat dan persiapan pemakaman.
Berdasarkan laporan kepolisian, korban diketahui selama sekitar satu tahun mengalami gangguan kesehatan mental. Polisi juga melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan tenaga medis.
Ayah korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyampaikan tidak akan menempuh upaya hukum atas kematian anaknya.
Kunjungan Wabup Ngada ke rumah duka menjadi bentuk kehadiran pemerintah daerah untuk memberikan dukungan moral sekaligus membantu keluarga menghadapi situasi duka.
Baca juga: Pemerintah Wajib Jamin Kesehatan Mental Nakes Korban Gempa Flores
Pemerintah juga diharapkan terus memperkuat perhatian terhadap masyarakat yang mengalami persoalan kesehatan mental, termasuk melalui komunikasi dan pendampingan di tingkat desa.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat pascakejadian tersebut.
Tidak Wajar
Berdasarkan laporan kepolisian yang disampaikan Kapolres Ngada AKBP Dr. Gede Harimbawa, S.E., S.H., M.H., M.I.Kom melalui Kapolsek Riung Ipda Martinus Riang, korban ditemukan dalam kondisi tergantung pada salah satu pohon jambu mete di kebun.
Sebelum kejadian, ayah korban, Anisitus Paso, sempat mendatangi Polsek Riung pada Sabtu (29/8/2026).
Kedatangan tersebut untuk meminta bantuan personel Polsek Riung karena korban dan salah satu saudaranya, Oktavianus Paso, disebut sedang mengalami depresi berat dan kerap membuat keributan di dalam rumah.
Pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 10.00 Wita, Anisitus kemudian pergi ke kebun untuk memetik dan memilih buah jambu mete.
Saat berada di kebun, ia mengarah ke salah satu pohon jambu mete dan mendapati korban dalam kondisi tergantung.
Dalam laporan kepolisian disebutkan, korban telah mengalami depresi berat sejak sekitar satu tahun terakhir dan menjalani pengobatan dari dokter.
Selain korban, salah satu anggota keluarganya juga disebut mengalami kondisi serupa.
Pihak kepolisian kemudian melakukan penanganan dan pendataan terkait peristiwa tersebut.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar memberikan perhatian dan pendampingan kepada anggota keluarga yang mengalami tekanan psikologis atau masalah kesehatan mental.
Apabila seseorang menunjukkan tanda-tanda ingin menyakiti diri sendiri, keluarga diharapkan tidak membiarkannya sendirian dan segera mencari bantuan dari tenaga kesehatan maupun pihak yang dapat memberikan pertolongan.(cha).