PSM Optimistis Sanksi FIFA Segera Rampung
Saldy Irawan August 30, 2026 11:05 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Manajemen PSM Makassar memastikan proses penyelesaian sanksi larangan pendaftaran pemain (transfer ban) dari FIFA akan segera rampung dalam waktu dekat. 

Seluruh kewajiban pembayaran telah diselesaikan oleh pihak manajemen menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027.

Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, mengungkapkan skuad berjuluk Juku Eja tersebut sebelumnya dijatuhi dua sanksi dari federasi sepak bola dunia (FIFA). 

Kendati demikian, pihak manajemen bertindak cepat dengan melunasi seluruh beban finansial yang menjadi tuntutan.

"Memang ada sanksi ban yang sedang dialami oleh PSM, ada dua sanksi. Tapi dua sanksi ini sudah terselesaikan dan proses pembayarannya sudah dilaksanakan," ujar Nur Fajrin saat ditemui di kawasan Pantai Indah Bosowa, Makassar, Minggu (30/8/2026) sore.

Ia menjelaskan, saat ini proses pencabutan sanksi hanya tinggal menunggu tahap administratif dan verifikasi dari FIFA. 

Menurutnya, mekanisme transfer dana internasional menuju rekening berdenominasi Dolar AS (USD).

Terlebih perbedaan zona waktu menjadi alasan proses administrasi memerlukan beberapa hari kerja.

"Pembayaran ke rekening USD di luar negeri itu membutuhkan waktu. Selain ada proses verifikasi di FIFA sendiri, ada juga perbedaan waktu antara kita di Makassar dengan kantor FIFA di Miami, Amerika Serikat," jelasnya.

Nur Fajrin menambahkan, pihak FIFA telah mengirimkan konfirmasi penerimaan pembayaran pada 28 Agustus 2026 dan menginformasikan verifikasi final membutuhkan waktu sekitar lima hari kerja.

"Kita harapkan surat dari FIFA sudah mengonfirmasi seluruhnya. Sekitar tanggal 2 (September 2026) kita harapkan proses itu sudah selesai,” tegas Nur Fajrin.

Meski sanksi FIFA dipastikan segera tuntas, PSM Makassar tetap harus berlapang dada menerima sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akibat insiden laga kandang musim lalu. 

Kendati demikian, manajemen berkomitmen penuh menjadikan hukuman ini sebagai ajang pembenahan internal dan evaluasi bersama suporter.

Selain harus menggelar dua laga kandang tanpa penonton, PSM juga dijatuhi hukuman penutupan tribun selatan Stadion BJ Habibie sepanjang musim 2026/2027.

Menanggapi sanksi domestik tersebut, manajemen menegaskan telah menempuh jalur banding namun ditolak.

Sehingga klub berkomitmen untuk mematuhi keputusan yang ada. 

Demi mengantisipasi terulangnya insiden serupa, manajemen memilih merangkul suporter melalui ruang dialog. 

Langkah ini diambil guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.