Sekolah Porak-Poranda Diguncang Gempa, Siswa SMPN 3 Cibal Manggarai Kehilangan Ruang Belajar
Hilarius Ninu August 30, 2026 11:40 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG---Gempa Flores berkekuatan magnitudo 7,7, Sabtu 15 Agustus 2026, menghilangkan nyawa puluhan warga Manggarai, puluhan ribu orang mengungsi, tetapi juga merusak puluhan ribu rumah warga dan juga fasilitas publik di Kabupaten Manggarai. 

Salah satunya gedung SMP Negeri 3 Cibal, di Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai  porak poranda saat gempa Flores.

Sebanyak sembilan ruang kelas dan juga satu ruangan laboratorium milik sekolah ini mengalami kerusakan parah. Selain itu, ambruknya bangunan itu juga menimpah dan merusak fasilitas dan sarana prasarana lain seperti meja kursi, lemari, dan lain sebagainya. 

Dengan kondisi ini warga sekolah baik guru-guru bersama para peserta didik harus kehilangan tempat yang aman yang selama ini mereka gunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Kini mereka hanya berharap agar ada perhatian serius dan cepat dari pemerintah untuk kembali merekan nyaman dalam melakukan aktivitas KBM di sekolah itu. 

Baca juga: Demi Korban Gempa Flores, Polisi di Sikka NT Tempuh Laut dan Terjang Longsoran di Pulau Palue

 

Kepala SMP Negeri 3 Cibal, Ferdinandus Mai, kepada TRIBUNFLORES.COM, Minggu 30 Agustus 2026, menerangkan gempa bumi dahsyat itu memporak-porandakan sembilan ruangan kelas dan 1 ruang laboratorium. 

"Sembilan ruangan kelas dan 1 ruang laboratorium termasuk fasilitas di dalamnya rusak karena gempa ini. Kondisi ini menjadi persoalan serius karena sekolah merupakan tempat berlangsungnya aktivitas pendidikan bagi para siswa. Jika bangunan belum aman digunakan, diperlukan langkah alternatif agar proses pendidikan tetap dapat berjalan tanpa mempertaruhkan keselamatan siswa dan tenaga pendidik,"Ujarnya.

Minta Pemerintah Segera Perbaiki

Ferdinandus menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai agar segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi seluruh bangunan SMP Negeri 3 Cibal dan mengambil langkah perbaikan setelah kondisi pascagempa dinyatakan aman.

Ia berharap kerusakan sekolah tidak hanya didata, tetapi mendapat tindak lanjut melalui penanganan yang sesuai dengan tingkat kerusakan bangunan.

"Kami berharap kepada pemerintah agar setelah gempa selesai dan kondisi sudah aman, sekolah ini segera diperbaiki. Semua ruangan mengalami kerusakan dan saat ini belum bisa digunakan,"ujarnya.

Berharap Presiden Melihat Langsung 

Selain menyampaikan harapan kepada pemerintah daerah, Fredinandus juga menyampaikan harapan kepada Presiden Republik Indonesia agar dapat melihat secara langsung kondisi SMP Negeri 3 Cibal yang terdampak gempa.

Menurutnya, perhatian langsung pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.

"Kami berharap Bapak Presiden bisa melihat langsung kondisi sekolah kami dan melihat bagaimana keadaan sekolah setelah terdampak gempa,"ujarnya.

Baru Tenda Darurat Terjawab

Ferdinandus juga menyampaikan bahwa keberadaan ruang belajar sementara sangat penting agar siswa tetap dapat mengikuti proses pembelajaran tanpa harus masuk ke bangunan sekolah yang belum dipastikan aman. Harapan itu sudah terwujud, pemerintah daerah melalui Dinas PPO Kabupaten Manggarai sudah memberikan bantuan tenda darurat. 

"Berkaitan dengan permintaan tenda darurat untuk anak-anak, kemarin sudah kami terima dari Dinas PPO Kabupaten Manggarai,"ujarnya.

Karena itu, Ferdinandus juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas langkah cepat dengan memberikan tenda darurat untuk keselamatan dan kenyamanan peserta didik dan guru selama menjalankan aktivitas KBM. (rob) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.