PT SJA 2 Gerak Cepat Bantu Padamkan Kebakaran di Desa Petiro Poso
mahyuddin August 31, 2026 12:22 AM

TRIBUNPALU.COM, PALU - PT Sawit Jaya Abadi 2 (SJA 2) mengerahkan satu unit pemadam untuk membantu penanganan Kebakaran di Desa Petiro, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (30/8/2026).

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB.

Api diduga bermula dari tumpukan sampah di sekitar Desa Petiro sebelum kemudian merambat ke area semak belukar.

Informasi Kebakaran pertama kali diterima Community Development Officer (CDO) PT SJA 2, Gunawan Pandeirot, dari masyarakat Desa Petiro. 

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Tim Tanggap Keadaan Darurat (TKTD) PT SJA 2 melalui grup komunikasi perusahaan pada pukul 18.38 WIB.

Baca juga: PT Letawa Salurkan Beasiswa Astra Cerdas kepada 55 Siswa Berprestasi di Tikke Raya

“Begitu mendapat informasi dari masyarakat mengenai Kebakaran, kami langsung menyampaikan laporan kepada tim agar dapat segera ditindaklanjuti. Kami tidak ingin api semakin meluas sehingga langkah cepat perlu dilakukan,” kata Gunawan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Administratur PT SJA 2 Erikson N Situmorang pada pukul 18.39 WIB memerintahkan satu unit pemadam perusahaan untuk bergerak menuju lokasi Kebakaran.

Erikson mengatakan, pengerahan unit pemadam dilakukan sebagai respons atas laporan kondisi darurat di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Menurut dia, perusahaan berupaya memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

“Setelah menerima laporan, kami langsung menginstruksikan satu unit pemadam untuk menuju lokasi. Ini merupakan langkah cepat yang kami lakukan untuk membantu penanganan Kebakaran bersama masyarakat dan pihak terkait,” ujar Erikson.

Ia menjelaskan, lokasi Kebakaran berada sekitar 10 kilometer dari batas operasional PT SJA 2.

Meski berada di luar wilayah operasional, perusahaan tetap merespons laporan masyarakat karena kondisi kebakaran membutuhkan penanganan segera.

“Walaupun lokasi kejadian berada di luar batas operasional perusahaan, kami tetap berupaya membantu karena ini menyangkut kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat. Kami ingin memastikan bantuan dapat segera diberikan sesuai dengan kemampuan yang kami miliki,” katanya.

Penanganan Kebakaran di lokasi juga melibatkan pemerintah Desa Petiro, pihak Polsek, dan Babinsa Desa Petiro. Kehadiran sejumlah pihak tersebut dilakukan untuk mendukung proses pengendalian api.

Baca juga: Anwar Hafid Kenalkan Keunikan Ekosistem Danau Poso di World Lake Day 2026

Erikson menekankan pentingnya koordinasi antarpihak dalam menghadapi kejadian kebakaran.

Menurutnya, penanganan kondisi darurat membutuhkan keterlibatan bersama antara masyarakat, pemerintah desa, aparat keamanan, dan perusahaan.

“Dalam kondisi seperti ini, koordinasi menjadi sangat penting. Semua pihak perlu bergerak bersama agar kebakaran dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi lebih luas,” ujar Erikson.

Gunawan mengatakan, laporan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat respons perusahaan terhadap kejadian di lapangan.

“Informasi dari masyarakat sangat membantu kami untuk mengetahui kondisi di lapangan secara cepat. Setelah laporan diterima, kami langsung berkoordinasi dengan tim agar bantuan dapat segera diarahkan ke lokasi,” kata Gunawan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di area yang terdapat tumpukan sampah atau semak belukar. Jika menemukan kejadian seperti ini, segera informasikan kepada pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkas Gunawan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.