Kuliah Kedokteran di ITSK Berkat Beasiswa, Yunita Tekad Wujudkan Cita-Cita
Hilarius Ninu August 30, 2026 11:40 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar


TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Rasa bangga dan haru dirasakan Yunita setelah mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi melalui program beasiswa kerja sama Pemerintah Kabupaten Ngada dengan Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) Malang.

Kesempatan tersebut sekaligus membuka jalan bagi Yunita untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang dokter yang telah ia impikan sejak duduk di bangku SMP.

Yunita Avila Nesi, merupakan salah satu putri asal Kabupaten Ngada yang lolos seleksi program beasiswa hasil kerja sama Pemkab Ngada dengan sejumlah perguruan tinggi swasta di Indonesia.

“Saya menyampaikan terima kasih atas kesempatan ini. Melalui program ini saya merasa menjadi salah satu anak yang beruntung. Ini sangat meringankan beban orang tua saya,” ungkap Yunita saat dilepas secara resmi oleh Bupati dan Wakil Bupati Ngada di lobi Kantor Bupati Ngada, Sabtu (29/8/2026) malam.

 

Baca juga: Sekolah Porak-Poranda Diguncang Gempa, Siswa SMPN 3 Cibal Manggarai Kehilangan Ruang Belajar

 

 

 

Gadis tamatan SMAK Santo Karolus Riung itu tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Cita-cita yang selama bertahun-tahun ia simpan kini perlahan menemukan jalan untuk diwujudkan.

“Iya, cita-cita saya sudah ada sejak saya masih berada di bangku SMP,” ujar Yunita sambil tersenyum.

Lulusan SMPN Satu Atap Riung tersebut mengaku telah mempersiapkan diri untuk menjalani proses perkuliahan di ITSK Malang.

Ia menyadari perjalanan untuk menjadi seorang dokter tidak mudah. Karena itu, Yunita bertekad menjalani setiap tahapan pendidikan dengan sungguh-sungguh.

“Saya sudah sangat matang dari segi persiapan dan siap menjalani proses kuliah nanti,” tambah Yunita.

Dukungan Sang Ayah

Kebahagiaan Yunita juga dirasakan sang ayah, Kristoforus Kano. Ia mengaku bangga sekaligus bersyukur karena putrinya mendapat kesempatan emas untuk melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa tersebut.

Kristoforus mengatakan, dirinya tidak pernah menyangka Yunita menjadi salah satu mahasiswa yang lolos dalam program beasiswa kerja sama Pemkab Ngada dengan sejumlah perguruan tinggi.

Namun, ia mengakui bahwa sejak duduk di bangku SMA, Yunita sudah menunjukkan tekad kuat untuk mengejar cita-citanya menjadi dokter.

“Pada awalnya saya tidak terpikirkan. Waktu kelas tiga SMA, dia sudah membicarakan cita-citanya itu, cita-cita masuk kedokteran,” ujar Kristoforus.

Menurut Kristoforus, keinginan kuat putrinya tersebut akhirnya mendapat ruang dan kesempatan melalui program yang dibuka Pemkab Ngada bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Karena itu, ia berkomitmen memberikan dukungan penuh agar cita-cita Yunita dapat tercapai.

“Saya sangat mendukung niat baik dari anak saya. Harapan saya, tujuan yang diimpikan itu harus berhasil,” ujarnya.

Kristoforus juga mengaku bangga dengan perjalanan pendidikan putrinya. Menurut dia, Yunita merupakan anak yang memiliki kemauan belajar dan menunjukkan prestasi sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga SMA.

“Prestasi dia sejak SD sampai SMA bagi saya sangat memuaskan,” tambahnya.

Buka Akses Pendidikan bagi Anak Ngada

Program kolaborasi Pemkab Ngada dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia menjadi salah satu upaya membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak daerah melalui jalur beasiswa.

Melalui program tersebut, ratusan anak Ngada mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi sesuai bidang yang diminati.

Pada kloter keempat, Pemkab Ngada memberangkatkan 58 mahasiswa untuk menempuh pendidikan di empat perguruan tinggi swasta yang berada di Jakarta, Surabaya, dan Malang.

Bagi Yunita, kesempatan tersebut bukan sekadar bantuan pendidikan. Beasiswa itu menjadi pintu untuk mengejar cita-cita yang telah ia bangun sejak SMP dan membanggakan kedua orang tuanya.

Ia pun bertekad memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin dengan belajar sungguh-sungguh hingga cita-citanya menjadi dokter dapat terwujud. (cha)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.