Demi Korban Gempa Flores, Polisi di Sikka NT Tempuh Laut dan Terjang Longsoran di Pulau Palue
Hilarius Ninu August 30, 2026 11:40 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE- Pulau Palue di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu wilayah kepulauan  dengan dampak yang tergolong parah akibat gempa flores, sabtu 15 agustus 2026. jarak pulau palue dengan pusat gempa hanya berkisar 20-an kilometer saja.

Akibat gempa itu, jaringan internet terputus, rumah warga, fasilitas umum rusak dan menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

Distribusi bantuan ke Pulau Palue, Kecamatan Palue itu mengalami sejumlah tantangan, letak topografi yang sulit dilalui kendaraan dan juga beberapa titik ruas jalan yang rawan longsor. 

Sejumlah TNI dan Polri pun dikerahkan ke lokasi untuk membantu distribusi logistik ke desa-desa yang sulit dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua. 

 

Baca juga: Jalan Tertutup Longsor, Mobil Relawan Terjebak di Pulau Palue Sikka NTT Saat Antar Bantuan

 

Sejumlah personel Polres Sikka, kemudian melakukan distribusi logistik melalui jalur laut ke Desa Lidi, Kecamatan Palue. Distribusi logistik menggunakan perahu ini dilakukan kerena akses jalan darar tidak bisa dilewati. 

Diatas perahu berukuran kecil itu, Personel Polres Sikka membawa bantuan sembako dan kebutuhan dasar untuk warga terdampak. 

Personal Polres Sikka ini kemudian membawa bantuan menggunakan perahu motor, mereka harus melawan gelombang dengan waktu tempuh 30 sampai 40 menit dari Pelabuhan Palue. 

Bantuan yang dibawa Personel Polres Sikka, meliputi kebutuhan dasar warga, pasalnya pasca gempa flores, akses jalan darat ke Desa itu terkendala longsoran yang menutup badan jalan. 

Saat tiba di pesisir Desa Lidi, sejumlah warga sudah menunggu di sekitar pesisir pantai, warga kemudian bersama personel Polres Sikka mengevakuasi bantuan dari parahu ke daratan kemudian dibawa ke pemukiman warga untuk dibagikan kepada warga terdampak. 

"Kami bersama anggota melakukan Pendropingan logistik terhadap masyarakat yang tertimpa bencana, dimana akses jalan tidak bisa ditempuh yang ada satu-satunya menggunakan akses laut yaitu menggunakan perahu motor, " kata Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, melalui Kasikum Polres Sikka, I Wayan Artawan, Minggu 30 Agustus 2026.

Tak hanya, sejumlah personel Polres Sikka dan Kodim 1603/Sikka harus berupaya membersihan material longsor secara manual agar kendaraan yang membawa bantuan bisa melintas saat distribusi bantuan ke Desa Nitung Lea, Kecamatan Palue. 

Saat distribusi bantuan, ruas jalan di Desa Rokirole ke Desa Nitung Lea Pulau Palue, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) tertutup material longsoran. 

Setelah dilakukan pembersihan secara manual, mobil yang membawa bantuan tersebut harus didorong personel TNI dan Polri agar bisa melintas.

Meski akses jalan tersebut bisa dilewati, namum warga maupun relawan yang melintas agar selalu berhati-hati karena sewaktu-waktu bisa kembali terjadi longsoran. (awk) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.