Oleh: Jafar Insya Reubee*)
Malam Anugerah Serambi Awards 2026 dengan tema “Gebrakan Sang Pemimpin” yang digelar Serambi Indonesia di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Darussalam, Banda Aceh, Sabtu (29/8/2026) malam, berlangsung begitu meriah.
Saya menyaksikan langsung kemeriahan acara tersebut. Meski digelar di tingkat lokal, nuansa yang terasa justru seperti sebuah acara berskala nasional.
Suasana gedung, kemeriahan acara, serta kehadiran berbagai tokoh membuat malam itu terasa istimewa.
Namun, ada hal lain yang menurut saya jauh lebih menarik dari sekadar kemeriahan acara. Yakni hadirnya para tokoh Aceh dari berbagai kalangan yang datang sebagai penerima penghargaan Serambi Awards 2026.
Saya senang melihat para tokoh Aceh hadir dengan wajah ceria. Mereka saling menyapa, berbincang dan duduk bersama dalam suasana yang akrab.
Bagi saya, pemandangan seperti ini memberikan harapan terhadap masa depan Aceh yang lebih baik. Aceh membutuhkan suasana seperti ini.
Kita tentu tidak menginginkan adanya keretakan di antara para pemimpin Aceh, terutama mereka yang memiliki peran penting dalam mengambil dan menjalankan kebijakan.
Eksekutif dan legislatif, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, memiliki posisi yang sangat vital dalam menentukan arah pembangunan.
Merekalah yang merumuskan kebijakan, menyusun program, mengalokasikan anggaran dan menjalankannya hingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Karena itu, kekompakan antara eksekutif dan legislatif menjadi sesuatu yang sangat penting.
Malam itu, saya melihat Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, Ketua DPRA Zulfadli atau Abang Samalanga, Plt Sekda Aceh Taufik, bersama Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia duduk dalam suasana yang begitu akrab.
Ada juga unsur Kejaksaan, TNI, Polri dan berbagai tokoh lainnya. Para bupati dan wali kota, anggota DPRA dan DPRK, akademisi, ulama hingga kalangan pengusaha juga hadir.
Ruang itu seakan mempertemukan banyak unsur penting dalam pembangunan Aceh. Yang membuat saya semakin senang, semua hadir dengan wajah ceria dan penuh semangat.
Pemandangan tersebut bagi saya bukan sekadar suasana sebuah acara penghargaan. Lebih dari itu, ada pesan yang sangat kuat bahwa Aceh membutuhkan kolaborasi.
Baca juga: Malam Puncak Berlangsung Meriah, 75 Tokoh dan Lembaga Raih Serambi Awards 2026
Berbeda partai politik bukan alasan untuk saling menjauh. Berbeda tugas dan kewenangan juga bukan alasan untuk tidak duduk bersama. Kepentingan Aceh harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok.
Kita berharap kekompakan seperti yang terlihat dalam malam Anugerah Serambi Awards 2026 dapat terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari.
Bukan hanya ketika menghadiri acara seremonial, tetapi juga dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan. Mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Sebab, pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya seberapa banyak program yang direncanakan, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
Karena itu, saya memahami ketika Safrizal ZA memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut dan berharap para tokoh Aceh dapat terus bergandengan tangan.
“Yakin kita, kalau semua berpegangan tangan seperti lagu Himne Aceh Mulia: beumeusaho - meusyedara, tidak ada satu halangan pun, dan tidak ada satu rintangan pun yang bisa menghalangi maju dan sejahteranya Aceh, insya Allah.” Pesan tersebut sangat relevan dengan kondisi Aceh hari ini.
Serambi Awards 2026 menurut saya bukan sekadar malam pemberian penghargaan. Ajang ini merupakan bentuk penghargaan terhadap kiprah para pemimpin dan tokoh yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Mereka datang dari berbagai bidang, mulai dari pemerintahan eksekutif, legislatif, perguruan tinggi hingga dunia usaha.
Apa yang telah mereka lakukan layak mendapatkan apresiasi. Apresiasi penting diberikan kepada siapa pun yang memberikan kontribusi kepada banyak orang.
Sebab, sebuah penghargaan tidak hanya berbicara tentang pencapaian masa lalu, tetapi juga dapat menjadi energi untuk melangkah lebih jauh.
Penghargaan dapat menambah motivasi. Seorang pemimpin yang mendapat apresiasi tentu diharapkan semakin terdorong untuk melahirkan gagasan, inovasi dan karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Begitu juga dengan para pemimpin lainnya. Mereka yang sedang mengemban amanah harus terus didorong untuk melahirkan program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.
Dengan demikian, penghargaan tidak berhenti sebagai simbol, tetapi menjadi pemantik semangat untuk bekerja lebih baik.
Di sinilah saya melihat pentingnya Serambi Awards 2026. Serambi Indonesia melalui ajang ini ikut mencatat berbagai kiprah yang telah dilakukan para pemain penting dalam pembangunan Aceh.
Baik dari kalangan eksekutif, legislatif, dunia kampus, dunia usaha maupun berbagai institusi lainnya.
Baca juga: Safrizal ZA Sebut Tema Serambi Awards 2026 Relevan dengan Kondisi Aceh saat Ini
Apa yang dilakukan hari ini akan menjadi catatan bagi perjalanan Aceh. Dan catatan itu penting. Sebab, kita sering kali hanya mengingat siapa yang menjabat, tetapi lupa mencatat apa yang telah diperbuat.
Padahal, seorang pemimpin pada akhirnya akan dikenang bukan semata karena jabatan yang pernah diembannya, melainkan karena karya dan manfaat yang ditinggalkannya.
Karena itu, saya melihat Serambi Awards 2026 sebagai sebuah bentuk apresiasi sekaligus motivasi.
Selamat kepada seluruh penerima Serambi Awards 2026. Semoga penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi menjadi penyemangat untuk terus berbuat dan berkarya bagi masyarakat. Dan yang tidak kalah penting, semoga suasana kebersamaan yang terlihat malam itu terus terjaga.
Aceh membutuhkan pemimpin yang mau duduk bersama, saling menghargai dan bergandengan tangan. Berbeda pandangan boleh.
Berbeda partai juga boleh. Tetapi kepentingan Aceh dan kesejahteraan rakyat harus tetap menjadi tujuan bersama. Jika para pemimpin Aceh mampu menjaga kekompakan dan memperkuat kolaborasi, insya Allah berbagai tantangan yang dihadapi dapat dilalui bersama.
*) PENULIS adalah perantau asal Aceh di Negeri Selangor, Malaysia.