Pelatih Sriwijaya FC Sayangkan Wacana Liga Nusantara Tanpa Sistem Degradasi, Okta: Kurang Tantangan!
Abdul Hafiz Sripo August 31, 2026 09:46 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pelatih kepala Sriwijaya FC, Oktavianus menyayangkan adanya wacana Liga Nusantara 2026/27 yang bakal digelar tanpa sistem degradasi.

Menurut Oktavianus, regulasi tanpa degradasi memang bisa memberikan keuntungan bagi klub-klub yang memiliki keterbatasan anggaran.

Namun, kondisi tersebut justru dinilai mengurangi tantangan bagi Sriwijaya FC yang tengah membangun tim dengan target besar, yakni kembali promosi ke Liga 2.

"Kalau di sisi positifnya, ya mungkin dari tim-tim yang budget-nya minim itu menguntungkan buat mereka. Mereka tidak punya target, mereka hanya bisa bertahan saja," ungkap Oktavianus didampingi jajaran pelatih usai menggelar internal game pemain trial Sriwijaya FC di Stadion Kamboja Palembang, Jumat (28/8/2026) sore.

Sebaliknya, bagi Sriwijaya FC yang memiliki target lolos promosi ke Liga 2, Oktavianus menilai kompetisi tanpa degradasi akan terasa kurang menantang.

Pelatih kelahiran Padang, 1 Oktober 1981 itu berharap sistem promosi dan degradasi tetap diberlakukan sehingga setiap tim memiliki target dan motivasi untuk tampil maksimal.

"Benar-benar kita mempersiapkan diri, benar-benar kita membentuk tim yang solid, yang bisa berprestasi untuk naik level. Ataupun memang kitanya tim yang terjelek pun turun lagi ke Liga 4. Kita menyayangkan. Itu masih isu-isu. Belum pasti," tegas Okta.

Bantah Sriwijaya FC Pindah ke Bali
Di sisi lain, Oktavianus juga menepis isu yang menyebut Sriwijaya FC bakal berpindah markas ke Bali untuk menghadapi kompetisi Liga Nusantara 2026/27.

Oktavianus mengaku sama sekali belum mengetahui adanya rencana tersebut.

"Itu sama sekali saya tidak tahu dan mendengar di telinga saya. Yang saya dengar kompetisinya itu bakal di Bali di putaran pertama. Gambarannya seperti itu. Tapi kalau Sriwijaya FC pindah ke Bali itu tidak ada," kata mantan pelatih Jambi United tersebut.

Selain isu venue pertandingan di Bali, Liga Nusantara 2026/27 juga dikabarkan bakal menggunakan format kompetisi home and away.

Namun, Oktavianus mengaku belum mendapatkan informasi resmi terkait perubahan format tersebut.

"Nah saya belum dapat informasinya," ujarnya.

Meski regulasi kompetisi masih berpotensi mengalami perubahan, jajaran pelatih Sriwijaya FC tetap fokus menjalankan program pembentukan tim dan persiapan menghadapi Liga Nusantara 2026/27.

Oktavianus bersama Analis Coach Argema, Asisten Pelatih M. Ali Ramadon, Pelatih Kiper Ferry Rotinsulu dan Asisten Pelatih Kiper Ikhsan Alkarima masih melakukan evaluasi terhadap para pemain yang mengikuti trial.

• Winger Papua Samuel Tetap Ngotot Bersaing di Sriwijaya FC, Meski Kaki Cedera

Hingga kini, Sriwijaya FC belum mengumumkan secara resmi kepada media terkait pemain yang dicoret maupun pemain yang dipertahankan.

Nasib 27 pemain trial kini berada di tangan jajaran pelatih Elang Andalas.

Oktavianus mengatakan jumlah tersebut nantinya akan dipangkas menjadi maksimal 15 pemain.

Ke-15 pemain hasil seleksi tersebut kemudian akan digabungkan dengan pemain utama yang direkrut tanpa melalui proses trial untuk membentuk skuad Sriwijaya FC menghadapi Liga Nusantara 2026/27.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.