TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memastikan kondisi fisik para pemainnya sudah siap untuk bertarung selama 90 menit menjelang laga perdana Super League 2026/2027.
Kesiapan tersebut menjadi modal penting bagi PSS Sleman yang akan menghadapi Bali United pada pertandingan pembuka Super League di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026) pukul 19.00 WIB.
Menurut Huistra, sebagian besar pemain PSS kini telah menunjukkan kemampuan untuk tampil penuh selama 90 menit.
Hal itu menjadi indikator bahwa program persiapan fisik yang dijalani tim mulai menunjukkan hasil positif.
“Kemarin saat ujicoba anda bisa melihat bahwa sebagian besar pemain mampu bermain 90 menit. Dan 90 menit adalah apa yang harus dilakukan di liga. Jadi ya, mereka siap,” kata Pieter Huistra di Sleman, Senin (31/8/2026).
Tak hanya mampu menyelesaikan pertandingan penuh, Huistra juga memastikan anak asuhnya telah berada dalam kondisi bugar untuk menghadapi kerasnya persaingan di kompetisi kasta tertinggi.
“Dari segi kebugaran, mereka juga siap,” lanjut pelatih asal Belanda tersebut.
Kondisi fisik yang semakin siap membuat PSS kini bisa lebih fokus mematangkan komposisi tim menjelang pertandingan melawan Bali United.
Huistra mengaku sudah mulai mendapatkan gambaran yang semakin jelas mengenai pemain yang paling tepat untuk mengisi setiap posisi.
Selama rangkaian pertandingan uji coba pramusim, PSS memang beberapa kali melakukan perubahan susunan pemain dan posisi.
Namun, memasuki fase akhir persiapan, Huistra menilai gambaran mengenai komposisi tim mulai semakin terbentuk.
“Sekarang sudah makin jelas pemain mana yang cocok di posisi mana,” ujarnya.
Meski demikian, menentukan starting eleven bukan sekadar memilih pemain terbaik di setiap posisi.
Huistra masih terus mencari kombinasi antarpemain yang mampu membangun chemistry dan sinergi terbaik di atas lapangan.
“Sekarang juga tinggal melihat siapa yang bermain paling baik dengan siapa, siapa yang memiliki sinergi. Ini penting tentunya,” katanya.
Menurut eks pelatih Borneo FC Samarinda ini, kondisi dan performa pemain dapat berubah dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya.
Karena itu, ia menilai pelatih harus terus memantau perkembangan pemain untuk menemukan kombinasi terbaik pada hari pertandingan.
“Pemain sepak bola bukan robot. Suatu hari mereka bisa bermain lebih baik dari hari lainnya,” ucap Huistra.
“Sebagai pelatih, Anda harus menemukan sinergi antar pemain, dan itu harus terjadi pada hari H. Itu bisa berbeda setiap minggunya,” sambung pelatih kelahiran 18 Januari 1967 itu.