Elpiji 3 Kg Langka di Pusat Kota Banyuwangi, Warga Keliling 10 Pangkalan
Titis Jati Permata August 31, 2026 03:05 PM

 

SURYA.co.id, BANYUWANGI — Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg) mulai dirasakan warga di pusat Kota Banyuwangi.

Sejumlah pangkalan dan subpangkalan dilaporkan kehabisan stok dalam beberapa hari terakhir, membuat warga hingga pedagang kesulitan mendapatkan gas untuk kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut salah satunya dialami Udin, warga Kelurahan Soba, Kecamatan Banyuwangi.

Selama dua hari terakhir, ia berkeliling mencari elpiji melon ke sejumlah pangkalan, tetapi tidak membuahkan hasil.

"Stok kosong semua. Saya keliling ke sekitar sepuluh pangkalan dan subpangkalan, tapi tidak ada stoknya semua," kata Udin, Senin (31/8/2026).

Kelangkaan itu membuat aktivitas rumah tangganya ikut terganggu. Ia kesulitan memenuhi kebutuhan gas untuk memasak.

Pedagang Kopi Ikut Terdampak

Kelangkaan elpiji 3 kg juga dirasakan pelaku usaha kecil. Sofyan, pedagang kopi di Kelurahan Tamanbaru, Kecamatan Banyuwangi, mengaku kehabisan gas ketika hendak berjualan.

Ia sempat mencari elpiji ke sejumlah pangkalan dan subpangkalan di Tamanbaru serta wilayah sekitarnya. Namun, stok yang dicari tidak tersedia.

"Kosong semua. Akhirnya saya tidak jadi beli," ujar Sofyan.

Kondisi ini membuat keberadaan stok elpiji 3 kg menjadi persoalan bagi warga maupun pelaku usaha kecil yang mengandalkan gas bersubsidi tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Gangguan Pengisian Picu Distribusi Tersendat

Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi Heni Sugiharti mengatakan kelangkaan terjadi akibat kendala teknis pada pengisian tangki dan proses pendistribusian dari tangki menuju stasiun pengisian dan pengangkutan bulk elpiji (SPBE).

Gangguan tersebut berdampak pada distribusi elpiji ke sejumlah SPBE yang melayani Banyuwangi.

"Hari ini informasi dari Pertamina ada delapan tangki yang didatangkan dari Gresik dengan kapasitas per tangki 15 ribu kg untuk pengisian 3.920 tabung LPG 3 kg," kata Heni.

Meski tambahan pasokan tersebut didatangkan, jumlahnya belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan elpiji di Banyuwangi.

"Kami terus berupaya agar kuota untuk Banyuwangi dapat segera terpenuhi," ujarnya.

Pertamina Ungkap Gangguan di Fasilitas Pengisian

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) membenarkan adanya hambatan distribusi elpiji di Banyuwangi dan Situbondo.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan operasional fasilitas pengisian elpiji milik PT MMP Bosowa terganggu sejak Rabu (26/8/2026).

Menurut Pertamina, gangguan tersebut berkaitan dengan adanya kegiatan penyampaian aspirasi terkait persoalan lahan di lingkungan PT MMP Bosowa.

Kondisi itu berdampak pada terbatasnya akses menuju fasilitas.

"Gangguan operasional tersebut dipengaruhi adanya kegiatan penyampaian aspirasi terkait persoalan lahan di lingkungan PT MMP Bosowa yang berdampak pada terbatasnya akses menuju fasilitas," terang Ahad dalam keterangan tertulis yang diterima SURYA.co.id, Senin (31/8/2026).

Gangguan operasional tersebut kemudian memengaruhi proses pengisian skid tank elpiji untuk sejumlah SPBE di Banyuwangi dan Situbondo.

Lima dari Delapan SPBE Alami Keterbatasan Stok

Berdasarkan pemantauan Pertamina, terdapat delapan SPBE yang melayani wilayah Banyuwangi dan Situbondo.

Dari jumlah tersebut, lima SPBE mengalami keterbatasan stok.

Pertamina menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi pelayanan apabila pasokan baru belum diterima dalam waktu dekat.

Untuk menjaga ketersediaan elpiji, Pertamina berkoordinasi dengan manajemen PT MMP Bosowa agar operasional pengisian skid tank dapat kembali berjalan.

Koordinasi juga dilakukan dengan aparat penegak hukum (APH) untuk mendukung keamanan dan kelancaran distribusi.

Siapkan Jalur Distribusi Alternatif

Pertamina menyatakan telah menyiapkan skenario distribusi alternatif dengan mempertimbangkan ketersediaan armada, stok di setiap SPBE, serta kondisi akses jalan.

"Pertamina telah menyiapkan skenario distribusi alternatif dengan mempertimbangkan ketersediaan armada, stok di masing-masing SPBE, serta kondisi akses jalan. Langkah ini dilakukan agar penyaluran elpiji tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan distribusi," tambah Ahad.

Evaluasi kondisi lapangan akan terus dilakukan. Strategi penyaluran juga akan disesuaikan secara dinamis berdasarkan stok, kebutuhan masyarakat, kondisi operasional, dan akses distribusi.

Pertamina berharap situasi segera kondusif sehingga proses pengisian dan penyaluran elpiji kembali normal serta kebutuhan energi masyarakat Banyuwangi dan Situbondo dapat terpenuhi.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.