SURYA.co.id, Surabaya - Gelandang Persebaya Surabaya, Diogo Ramalho, mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga selama menjalani pemusatan latihan di Thailand.
Sembilan hari bersama rekan-rekan setim menjadi kesempatan penting baginya untuk semakin mengenal karakter tim dan memahami filosofi permainan yang diinginkan pelatih Bernardo Tavares.
Program training camp (TC) tersebut berlangsung di Thammasat University Sports Complex, Pathum Thani, Thailand, sejak Selasa (18/8) hingga Kamis (27/8).
Persebaya menuntaskan rangkaian latihan intensif dan beberapa laga uji coba sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi Super League 2026/2027.
Bagi Ramalho, pemusatan latihan ini bukan sekadar rutinitas pramusim, tetapi juga ruang untuk membangun kebersamaan dan memperkuat chemistry antar pemain.
“Pemusatan latihan ini merupakan program yang sangat baik bagi tim. Kami memiliki kesempatan untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama, berlatih dengan intensitas tinggi, dan fokus penuh pada persiapan menghadapi musim baru,” ujar Ramalho.
Baca juga: Persebaya Siapkan Pemain Asing ke-11 Pilihan Bernardo Tavares, Bisa Main 3-4 Posisi
Menurut pemain asal Portugal itu, waktu yang lebih panjang bersama tim membantu proses adaptasi berjalan lebih cepat. Tidak hanya dalam membangun hubungan antarpemain, tetapi juga memahami detail permainan yang menjadi dasar Persebaya.
“Hal ini sangat penting karena kami memiliki banyak pemain baru yang masih beradaptasi dengan tim maupun dengan ide-ide pelatih. Dengan menghabiskan lebih banyak waktu bersama, kami bisa membangun kekompakan, memahami sistem permainan, sekaligus mempersiapkan kondisi fisik,” jelasnya.
Ramalho menilai TC di Thailand menjadi momentum penting bagi pemain baru untuk mengenal satu sama lain. Ia sendiri termasuk dalam jajaran rekrutan anyar yang masih beradaptasi dengan atmosfer Persebaya.
Kebersamaan selama sembilan hari penuh membuat para pemain lebih memahami karakter masing-masing, baik di dalam maupun luar lapangan.
“Kami punya waktu untuk saling mengenal lebih dalam, dan itu membantu kami menjadi tim yang lebih solid,” tambahnya.
Selain latihan intensif, Persebaya juga menjalani beberapa laga uji coba melawan tim lokal Thailand. Menurut Ramalho, menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda memberikan tantangan tersendiri bagi tim.
“Berada di Thailand juga memberikan pengalaman berbeda, terutama karena kami bisa menghadapi lawan-lawan dengan karakter yang berbeda. Itu menjadi kesempatan bagi kami untuk terus berkembang,” imbuhnya.
Ramalho menilai pengalaman tersebut membantu pemain memahami berbagai situasi pertandingan dan memperkaya wawasan taktik.
Baca juga: Sosok Pemain Asing Ke-11 Persebaya, Masih Aktif di Luar Negeri, Bisa Main di Beberapa Posisi
Bagi Ramalho, TC di Thailand juga menjadi ajang untuk mengembangkan kemampuan pribadi. Bergabung dengan Persebaya musim ini membuatnya harus cepat memahami karakter permainan tim dan menunjukkan kontribusi nyata di lapangan.
“Bagi saya pribadi, yang paling penting adalah berkembang bersama sebagai sebuah tim. Di sisi lain, saya juga ingin terus meningkatkan kemampuan secara individu dan menunjukkan bahwa saya bisa memberikan kontribusi untuk membantu tim mencapai target musim ini,” tegas pemain berusia 27 tahun tersebut.
Kini, rangkaian TC di Thailand telah berakhir. Persebaya kembali ke Surabaya dengan membawa bekal penting dari proses panjang yang dijalani selama pramusim. Bagi Ramalho, pengalaman tersebut menjadi fondasi kuat untuk menghadapi kompetisi yang jauh lebih panjang dan penuh tantangan.
Persebaya dijadwalkan melanjutkan persiapan di Lapangan Thor, Jl. Wijaya Kusuma No.48, Sawahan, Surabaya, Jawa Timur, sebelum menjalani laga perdana Super League 2026/2027. Tim pelatih akan memanfaatkan hasil evaluasi dari TC Thailand untuk menyempurnakan strategi dan kondisi fisik pemain.
Ramalho berharap semangat dan kekompakan yang terbangun selama di Thailand bisa terbawa hingga kompetisi resmi dimulai. “Kami sudah bekerja keras bersama. Sekarang waktunya menunjukkan hasilnya di lapangan,” tutupnya dengan penuh optimisme.