SURYA.CO.ID BANYUWANGI - Pertamina Patra Niaga menjelaskan penyebab kelangkaan elpiji 3 kilogram di Banyuwangi setelah operasional fasilitas pengisian milik PT MMP Bosowa terganggu sejak Rabu. Perusahaan menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga distribusi dan ketersediaan elpiji bagi masyarakat.
Gangguan fasilitas pengisian tersebut berdampak pada distribusi elpiji ke sejumlah wilayah, termasuk Banyuwangi dan Situbondo. Kondisi itu turut memengaruhi proses pengisian skid tank elpiji untuk sejumlah SPBE di kedua wilayah tersebut.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan gangguan tersebut terjadi sejak Rabu (26/8/2016). Menurutnya, hambatan distribusi dipengaruhi adanya kegiatan penyampaian aspirasi terkait persoalan lahan di lingkungan PT MMP Bosowa.
"Gangguan operasional tersebut dipengaruhi adanya kegiatan penyampaian aspirasi terkait persoalan lahan di lingkungan PT MMP Bosowa yang berdampak pada terbatasnya akses menuju fasilitas," terang Ahad Rahedi dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (31/8/2026).
Baca juga: Daftar 17 Perwira Polda Jatim dan Polres Jajaran Dimutasi Kapolri, Ini Penjelasannya
Gangguan akses menuju fasilitas pengisian membuat pasokan elpiji ke sejumlah SPBE ikut terdampak. Pertamina kemudian melakukan pemantauan dan menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan elpiji bagi masyarakat.
"Pertamina terus melakukan pemantauan dan mengambil langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan elpiji bagi masyarakat," terangnya.
“Pertamina terus memantau stok dan penyaluran elpiji di Banyuwangi dan Situbondo. Kami juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar operasional pengisian dapat segera kembali berjalan dan kebutuhan elpiji masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Ahad.
Berdasarkan pemantauan Pertamina, dari delapan SPBE yang melayani wilayah Banyuwangi dan Situbondo, lima SPBE mengalami keterbatasan stok. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi pelayanan apabila pasokan belum dapat diterima dalam waktu dekat.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina berkoordinasi dengan manajemen PT MMP Bosowa agar operasional pengisian skid tank dapat segera kembali berjalan.
Baca juga: Suntik Tabung Gas Elpiji Non Subsidi dari LPG 3 Kg Diungkap Warga Pondok Mutiara Sidoarjo
Pertamina juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH) untuk mendukung kelancaran dan keamanan proses distribusi. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga penyaluran elpiji tetap berjalan di tengah keterbatasan pasokan.
“Pertamina telah menyiapkan skenario distribusi alternatif dengan mempertimbangkan ketersediaan armada, stok di masing-masing SPBE, serta kondisi akses jalan. Langkah ini dilakukan agar penyaluran elpiji tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan distribusi,” tambah Ahad.
Pertamina terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan kondisi di lapangan. Strategi penyaluran disesuaikan secara dinamis berdasarkan ketersediaan stok, kebutuhan masyarakat, serta kondisi operasional dan akses distribusi.
Langkah mitigasi tersebut akan terus diperkuat untuk menjaga keandalan rantai pasok dan memastikan penyaluran elpiji kepada masyarakat tetap berjalan secara optimal.
"Pertamina juga berharap situasi yang terjadi dapat segera mereda dan kondisi kembali kondusif, sehingga proses penyaluran elpiji dapat berlangsung secara normal dan kebutuhan energi masyarakat luas tetap terpenuhi," ujarnya.