Rakor Forkopimda, Bupati Bolsel Iskandar Kamaru Soroti Soal BBM Subsidi hingga Tambang Ilegal
Ventrico Nonutu August 31, 2026 04:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID, Bolaang Uki - Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) H Iskandar Kamaru, bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid mengikuti Rapat koordinasi (rakor) Forkopimda, Senin 31 Agustus 2026 di Panango.

Rakor tersebut dalam rangka meningkatkan koordinasi, sinergitas, komunikasi, dan kerjasama antara unsur Forkopimda daerah.

Hal ini untuk mendukung penyelenggaraan program pembangunan strategi nasional.

Dalam rapat tersebut, koordinasi dan komunikasi lintas sektor menjadi salah satu hal yang ditekankan.

Mengingat pelaksanaan program pembangunan strategis membutuhkan dukungan serta keterlibatan berbagai pihak.

Bupati Bolsel Iskandar Kamaru menyampaikan sejumlah perkembangan terkait program strategis nasional, kondisi pangan, ketersediaan energi, penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), hingga sektor pertambangan di wilayah Kabupaten Bolsel.

Dalam penyampaiannya, top eksekutif Bolsel ini menjelaskan perkembangan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian dari program strategis nasional.

"Saat ini terdapat sembilan unit SPPG di Bolsel, dengan rincian lima unit telah beroperasi, satu unit siap beroperasi, dan tiga unit lainnya siap untuk dibangun," ujar bupati kelahiran 16 Desember 1974 ini.

Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) H Iskandar Kamaru sdhsfghkgh
RAKOR - Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) H Iskandar Kamaru saat mengikuti Rapat Koordinasi (rakor) Forkopimda, Senin 31 Agustus 2026 di Panango. Iskandar Kamaru menyampaikan sejumlah perkembangan terkait program strategis nasional, kondisi pangan, ketersediaan energi, penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), hingga sektor pertambangan di wilayah Kabupaten Bolsel.

Selain itu, ayah tiga orang anak ini turut menyampaikan perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Dari total 56 KDMP, sudah ada beberapa unit telah selesai, sementara 47 unit masih dalam proses pembangunan. 

Menurutnya, jumlah tersebut menjadikan Bolsel sebagai salah satu daerah dengan pembangunan KDMP terbesar di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Pasangan sehati Deddy Abdul Hamid ini juga menyebutkan bahwa KDMP yang telah siap berpotensi mengikuti agenda peresmian secara serentak yang kemungkinan akan dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia.

Terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kamaru menyampaikan bahwa terdapat 11 titik hotspot yang terpantau. 

Namun, khusus di wilayah Bolsel hingga saat ini belum ditemukan adanya kebakaran lahan.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Bolsel telah menindaklanjuti dengan mengirimkan surat kepada para Sangadi (kepala desa) agar mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan saat membuka perkebunan.

“Kita harus terus melakukan langkah antisipasi," ujarnya. 

"Jangan sampai pembukaan lahan untuk perkebunan dilakukan dengan cara membakar, karena dapat menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” kata dia. 

Orang nomor satu di Bolsel ini juga menyoroti persoalan Bahan Bakar Minyak (BBM), termasuk BBM bersubsidi yang diperuntukkan bagi nelayan dan petani.

Ia meminta kondisi tersebut dapat diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan dan merugikan masyarakat.

Dia meminta dinas terkait bersama pihak kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk terus memperhatikan serta melakukan pemantauan langsung di lapangan terkait distribusi BBM.

“Jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan hanya karena kepentingan segelintir orang. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Sementara itu, untuk ketersediaan LPG di wilayah Bolsel, ia menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisinya relatif lancar.

Di sektor pangan, ia menyampaikan adanya kenaikan harga beras yang saat ini berkisar antara Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta, sesuai jenis dan ukuran yang dimaksud dalam penyaluran.

Pemkab Bolsel juga telah menerima surat dari pemerintah pusat terkait rencana penyaluran beras sebanyak 30 kilogram kepada 10 ribu Kepala Keluarga (KK) yang akan menyasar masyarakat

Selain itu, Pemkab Bolsel akan melaksanakan gerakan pangan murah pada Oktober mendatang sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Pemda juga telah menyiapkan 5.600 paket untuk Gerakan Pangan Rumah serta menyediakan 25 ton cadangan pangan daerah sebagai bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Kamaru turut menyoroti aktivitas pertambangan yang berada di wilayah Tomini. 

Pemerintah daerah akan menindaklanjuti kondisi tersebut, terutama menyusul banyaknya orang dari luar Bolsel yang masuk ke wilayah tersebut.

Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti dan untuk sementara akan dilakukan langkah-langkah penertiban serta pengawasan di lapangan.

Atas kesiapsiagaan aparat dalam menjaga kondisi di lapangan, dirinya menyampaikan apresiasi kepada Komandan Kodim (Dandim).

“Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada Pak Dandim yang begitu sigap di lapangan. Ini merupakan bentuk sinergi dan perhatian kita bersama dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Bolsel,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, seluruh persoalan tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat. 

Dengan koordinasi dan pengawasan yang baik, berbagai potensi persoalan di daerah diharapkan dapat diantisipasi sejak dini dan tidak merugikan masyarakat.

(TribunManado.co.id/Nie)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.