Sedimentasi Capai 2 Meter, PUPR Denpasar Lakukan Pengerukan Sungai di Belakang RSUD Wangaya
Ngurah Adi Kusuma August 31, 2026 05:24 PM

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Denpasar terus melakukan pengerukan sedimentasi di sungai maupun saluran air.

Hal ini dilakukan sebagai persiapan menyongsong datangnya musim penghujan pada Oktober mendatang.

Kali ini, pengerukan sedimentasi dilakukan di alur Tukad Badung di kawasan belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya, Denpasar.

"Langkah ini diambil untuk menjaga kapasitas daya tampung alur air tetap optimal, terutama saat intensitas hujan meningkat," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Denpasar, Ketut Ngurah Artha Jaya, Senin, 31 Agustus 2026.

Baca juga: Tindak Lanjuti Arahan Bupati di Kerobokan Kelod, Satpol PP Badung Tertibkan Bangunan Liar dan Kumuh

Ia menjelaskan, pengerukan menyasar alur sepanjang kurang lebih 90 meter dengan lebar penanganan mencapai 10 meter.

"Kedalaman atau ketebalan sedimentasi di lokasi bervariasi, namun rata-rata berkisar sekitar 2 meter,”

“Material inilah yang kami angkut agar aliran tidak tersumbat," ujarnya.

Untuk mempercepat proses pembersihan material lumpur dan sampah di lokasi, Dinas PUPR mengerahkan beberapa armada dan alat berat.

Baca juga: Badung Modernisasi Pertanian Melalui Metode PMAAS, Targetkan Produktivitas Padi 12 Ton Per Hektar

"Untuk mendukung percepatan pekerjaan, kami menurunkan 2 unit alat berat dan 1 unit dump truck," katanya.

Pengerukan ini mulai dilaksanakan sejak 12 Mei 2026 lalu.

Mengingat ketebalan sedimentasi, saat ini proses masih berlangsung.

"Pengerjaan masih berlangsung dan akan tetap berlangsung sampai pekerjaan penanganan selesai, dengan menyesuaikan kondisi lapangan," tambahnya.

Baca juga: Rare Anggon hingga Bupati Jembrana Kecewa, Panitia Lomba Layang-Layang Dinilai Tak Profesional

Melalui penanganan berkala ini, pihaknya berharap debit air yang melintas di kawasan tersebut dapat mengalir lancar tanpa hambatan saat musim hujan.

"Kami berharap melalui pengerukan sedimentasi ini kapasitas alur dapat kembali optimal sehingga aliran air menjadi lebih lancar dan dapat membantu mengurangi potensi terjadinya genangan di kawasan sekitar,”

“Dinas PUPR akan terus melakukan pemantauan dan penanganan sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan," paparnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.