Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Beginilah kondisi Jembatan Gantung Pongpet Margajaya di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sehari setelah anjlok saat diresmikan pada Minggu (30/8/2026) sore.
Pantauan Tribun Jabar, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, sejumlah bagian jembatan mengalami kerusakan.
Jembatan itu memiliki panjang sekitar 60 meter, lebar, 1,8 meter, dan ketinggian dari dasar sungai sekitar 30 meter.
Tali seling dan ram baja jembatan tampak ambruk di atas papan kayu yang menjadi alas jembatan tersebut.
Dua angkur berbahan besi yang menjadi dudukan tali seling jembatan juga terlihat putus.
Sementara itu, kedua tiang tembok yang berfungsi sebagai penyangga tali seling tampak mengalami retakan pada bagian bawah.
Baca juga: BREAKING NEWS! Jembatan Pongpet Margajaya di Pangandaran Melengkung Setelah Diresmikan Bupati
Kondisi tersebut membuat jembatan tidak dapat digunakan. Saat ini, jembatan sedang dalam proses perbaikan dan warga tidak diperbolehkan melintas.
Sejumlah warga masih terlihat mendatangi lokasi untuk melihat kondisi jembatan pasca kejadian. Beberapa anggota TNI berpakaian sipil juga tampak berada di sekitar lokasi.
Di sekitar jembatan terdapat papan informasi yang memuat logo TNI serta tulisan "Negara Hadir untuk Rakyat".
Papan itu juga mencantumkan sejumlah aturan penggunaan jembatan, di antaranya jembatan maksimal digunakan tiga orang secara bergantian, satu sepeda motor secara bergantian, serta pengguna diminta mengawasi anak-anak saat melintas.
Kepala Desa Margacinta, Enceng Anwar Solihin, mengatakan jembatan tersebut sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat pada 1992.
"Kemudian dibangun lagi oleh pemerintah desa pada tahun 2022," ujar Enceng kepada sejumlah wartawan di halaman Kodim 0625/Pangandaran, Senin (31/8/2026) siang.
Menurutnya, jembatan itu kemudian kembali dibangun oleh pemerintah pusat dengan pengawalan dari Kodim 0625/Pangandaran.
Namun, jembatan yang baru saja dibangun itu justru mengalami kerusakan sesaat diresmikan Bupati Pangandaran."Tapi, malah putus dudukan seling pada jembatannya," katanya.
Baca juga: Dandim Pangandaran Mengaku Bersalah Tak Periksa Kapasitas Jembatan Pongpet Sebelum Anjlok
Enceng mengatakan, akibat kejadian tersebut, tiang tembok penyangga jembatan mengalami keretakan sehingga tidak lagi dapat digunakan.
"Ya, harus dibangun total. Karena, yang awal sudah tidak bisa diperbaiki," ucap Enceng.
Ia menyebut, Jembatan Pongpet Margajaya memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat. Jembatan tersebut menjadi akses penghubung antar-dusun, antar-desa hingga antar-kecamatan.
Untuk akses antar-kecamatan, jembatan tersebut menghubungkan wilayah Kecamatan Cijulang dengan Kecamatan Cigugur.
"Dari tingkat kegunaan, jembatan itu sudah layak dibangun jembatan yang permanen," ujarnya.
Tingginya aktivitas warga menjadi satu alasan jembatan tersebut dinilai membutuhkan konstruksi permanen. Menurut Enceng, rata-rata setiap dua menit terdapat satu orang yang melintasi jembatan tersebut.
"Mulai dari anak-anak sekolah, petani, warga yang ke pasar, ke bank, termasuk yang akan melakukan jual beli," kata Enceng.
Penjelasan Dandim
Jembatan tersebut mengalami anjlok saat dilintasi rombongan pejabat daerah pada Minggu (30/8/2026) sore.
Insiden terjadi ketika rombongan baru saja melintasi jembatan setelah mengikuti prosesi penyambutan Forkopimda dan Bupati Pangandaran.
Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan mengatakan, bagian jembatan yang mengalami kerusakan bukan rangka bawah, melainkan tali sling di sisi kanan yang terlepas bersama blok angkurnya.
"Jadi pada saat setelah disambut Forkopimda kemudian dengan Bupati, saya dan Dandim 0625 Pangandaran melintasi jembatan tersebut. Kemudian tali sling yang di sebelah kanan terjadi lepas," ujar Citra kepada sejumlah wartawan di halaman Mako Kodim Pangandaran, Senin (31/8/2026) siang.
Menurutnya, rangka bawah jembatan masih dalam kondisi utuh. Sling di sisi kiri juga masih terpasang.
"Untuk konstruksi bawahnya itu masih utuh. Dapat dilihat mungkin di video yang beredar itu, rangka bawah masih tetap utuh dengan sling sebagian sebelah kirinya," katanya.
Baca juga: Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa Saat Jembatan Pongpet Pangandaran Anjlok
Baca juga: Bupati Pangandaran dan Pejabat Terlihat Syok Saat Tali Sling Jembatan Gantung Putus
Citra secara terbuka mengakui insiden tersebut terjadi akibat kelalaian pihaknya dalam mengendalikan jumlah orang yang melintasi jembatan saat peresmian.
"Untuk penyebabnya itu memang kesalahan kami dari Kodim. Pada saat pelaksanaan peresmian kami tidak mengontrol kapasitas yang melewati jembatan tersebut," ucap Citra.
Citra menyebut suasana peresmian yang diwarnai antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor.
Saat itu, pihak Kodim dan masyarakat tengah larut dalam euforia karena akses menuju salah satu destinasi wisata di Pangandaran kembali terbuka. Padahal, jembatan tersebut sudah memiliki batas kapasitas penggunaan.
Ia menyebut, jembatan gantung itu memiliki kemampuan beban maksimal sekitar 2 ton. Namun, penggunaan saat kondisi normal dibatasi sekitar 60 persen dari kapasitas maksimal tersebut.
"Untuk beban maksimal itu di 2 ton. Jembatan tersebut telah kami hitung, kemudian dia di 60 persennya untuk maksimum digunakan oleh jembatan tersebut," ujarnya.
Bahkan, lanjut ia, pembatasan jumlah pengguna sudah dipasang di kedua sisi jembatan. Untuk pejalan kaki, maksimal hanya lima orang yang diperbolehkan berada di atas jembatan dari sisi tepi dekat maupun tepi jauh.
Sementara sepeda motor hanya diperbolehkan melintas satu unit seSetelah sling terlepas dan jembatan mengalami anjlok, Kodim 0625/Pangandaran bersama pemerintah daerah dan masyarakat langsung melakukan evakuasi.
Citra menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah orang mengalami luka akibat insiden itu.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa yang terdampak atas kejadian tersebut,. Setelah itu kami dari Kodim 0625 Pangandaran melaksanakan evakuasi korban terhadap musibah tersebut. Ada beberapa dari pihak kami Kodim, kemudian dari Pemda serta masyarakat yang terluka akibat kejadian tersebut," kata Citra.
Jembatan Gantung Pongpet dibangun melalui sistem padat karya yang melibatkan Kodim 0625/Pangandaran bersama masyarakat.
Citra menyampaikan, dukungan pembangunan berasal dari pemerintah pusat dalam bentuk kebutuhan material dan peralatan. Dalam pelaksanaannya, Kodim bersama masyarakat turut mengerjakan pembangunan jembatan tersebut.
"Kebetulan untuk anggaran dari pusat sistem Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut ditujukan untuk membuka dan memperkuat akses masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, pertanian, perekonomian, serta pariwisata.
"Tujuan jembatan ini untuk meningkatkan ataupun membantu masyarakat, baik dalam segi pendidikan, pertanian, perekonomian dan yang utama pariwisata di wilayah Pangandaran," ucap Citra.
Jembatan itu bernama Jembatan Pongpet Margajaya, yang menjadi satu akses penghubung di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, tidak lama setelah jembatan yang menggunakan konstruksi tali baja tersebut diresmikan Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan.
Dalam video amatir yang beredar dan diterima Tribun Jabar, terlihat detik-detik jembatan khusus pejalan kaki itu tiba-tiba melengkung ke bawah saat dipenuhi warga.
Dalam rekaman itu, terlihat puluhan orang berada di atas jembatan. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan sejumlah pejabat juga tampak berada di atas jembatan ketika insiden terjadi.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut langsung berteriak histeris. Suasana sempat panik setelah bagian jembatan tiba-tiba turun.
Beruntung, insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa. Sejumlah warga maupun pejabat yang berada di atas jembatan terlihat kaget atau syok.
Kepala Desa Margacinta Enceng Anwar Solihin membenarkan adanya insiden itu. Namun, ia meluruskan informasi yang menyebut jembatan putus.
Menurutnya, konstruksi jembatan tidak putus. Bagian yang mengalami masalah adalah dudukan seling besi di sisi kanan yang menghubungkan jembatan dengan patok.
“Cuma langsung melengkung ke bawah karena yang putus itu dudukan seling besi sebelah kanan yang menghubungkan ke patok jembatan," ujar Enceng dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Minggu (30/8/2026) malam.
Warga Cijulang, Asep Dani, juga membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.
"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Jembatan patah setelah diresmikan ibu Bupati," ucapnya.(*)