Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, BORONG - Warga pengguna jalan strategis Pantai Utara (Pantura) Reo-Dampek-Pota, Kabupaten Manggarai Timur, mengaku khawatir melintasi Jembatan Wae Wera di Kelurahan Nanga Baras.
Jembatan tersebut dikhawatirkan mengalami kerusakan dan terancam ambruk setelah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).
Salah seorang pengguna jalan, Ahmad, mengaku trauma dan takut saat melintasi jembatan tersebut. Kepada TRIBUNFLORES.COM, Senin (31/8/2026), Ahmad mengatakan kondisi di sekitar jembatan membuatnya waswas, terlebih gempa susulan masih dirasakan warga.
"Saya tadi dari Pota mau ke Reo lewat di jembatan itu, saya takut sekali jembatan itu mau rusak dan ambruk, apalagi kita juga masih sedang trauma karena gempa ini," ujarnya.
Baca juga: Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Flores Sore Ini, Terasa di Borong, Ruteng hingga Labuan Bajo
Menurut Ahmad, kondisi badan jembatan secara umum masih terlihat normal. Namun, kerusakan terlihat pada bagian persambungan antara badan jalan dan jembatan.
Tanah di sekitar persambungan tersebut mengalami penurunan. Badan jalan di sisi timur dan barat jembatan juga terlihat retak dan terbelah cukup besar.
"Jadi saya lewat tadi takut sekali, apalagi saat ini masih berlangsung juga gempa susulan yang goyangannya masih kita rasa," katanya.
Kekhawatiran serupa disampaikan pengguna jalan lainnya, Yanto Jeramun. Ia meminta pemerintah segera mengambil langkah penanganan terhadap kondisi Jembatan Wae Wera demi keselamatan pengguna jalan.
Yanto mengatakan, pascagempa, Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) bersama Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur telah melakukan penanganan darurat di sejumlah titik kerusakan pada jalur Pantura.
Salah satunya dengan menimbun material pada bagian tanah yang terbelah dan memperbaiki kerusakan badan Jembatan Maki di Lamba Leda Utara.
Namun, menurut Yanto, kondisi Jembatan Wae Wera hingga kini belum mendapat penanganan darurat.
"Jadi terancam sekali bagi keselamatan para pengguna jalan. Kita minta pemerintah segera perbaiki kondisi kerusakan di jembatan ini secara baik," ujar Yanto, diamini warga lainnya.
Jembatan Wae Wera merupakan bagian dari jalur Pantura Reo-Dampek-Pota yang menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat di wilayah Manggarai Timur.
Warga berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan dan penanganan terhadap kerusakan di sekitar jembatan untuk mencegah risiko yang lebih besar, terutama di tengah masih terjadinya gempa susulan. (rob)