BANGKAPOS.COM, BANGKA — Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus aparat kepolisian di Polres Bangka Barat.
Sejumlah aktivitas penyelundupan keluar Pulau Bangka kerap terjadi dan berulang kali digagalkan oleh polisi.
Polres Bangka Barat sebelumnya telah memperkuat pengawasan di pelabuhan tersebut untuk mencegah kegiatan penyelundupan dan membuahkan sejumlah hasil.
Sepanjang Agustus 2026, setidaknya ada 3 aktivitas percobaan penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh petugas.
Pada 3 Agustus 2026, Satpolairud Polres Bangka Barat menggagalkan pengiriman 265 kilogram pasir timah yang disembunyikan bersama muatan cempedak di Tanjung Kalian.
Kemudian, pada 22 Agustus 2026, Satpolairud berhasil menggagalkan pengiriman 4,9 ton logam tanah jarang di pelabuhan yang sama. Barang tersebut ditemukan dalam sebuah truk yang hendak menyeberang keluar Pulau Bangka.
Terbaru, pada Minggu, 30 Agustus 2026 kemarin sekira pukul 02.00 wib, personel Sat Polairud Polres Bangka Barat bersama Tim Kapal Patroli Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung melakukan pemeriksaan terhadap truk Cold Diesel warna hijau bernomor polisi R 8576 CM.
Petugas mencurigai muatan kendaraan tersebut dan melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Hasilnya, ditemukan 15 balok timah lempengan di bagian dasar bak truk.
Balok timah tersebut diduga sengaja disembunyikan dan kemudian ditutup menggunakan 200 karung tepung tapioka dengan total berat sekitar 10 ton.
Kasatpolairud Polres Bangka Barat, Iptu Yudi Lasmono menyebut bahwa pihaknya tetap konsisten dan komitmen untuk memberantas aktivitas penyelundupan.
“Sesuai dengan arahan pimpinan, kami menjaga situasi dan kondisi di wilayah hukum Polres Bangka Barat supaya zero (nol-red) kegiatan penyelundupan,” kata Iptu Yudi, Senin (31/8/2026).
Oleh karena itu, upaya seperti patroli dan pengawasan serta pemeriksaan muatan di pelabuhan tetap terus dilakukan dan ditingkatkan.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau para pengguna jasa penyebrangan untuk memperhatikan muatan atau barang-barang yang diangkut.
“Ingat, keluarga menunggu di rumah. Jadi jangan asal-asalan mengangkut demi mendapatkan keuntungan tanpa memperhatikan dampak (hukum-red) nantinya,” tegasnya.
Tak lupa, dirinya juga berharap adanya kerjasama dari seluruh elemen masyarakat untuk melapor apabila menemukan dan mendapati adanya informasi-informasi berkenaan dengan aktivitas penyelundupan.
“Kepada masyarakat yang mendapat informasi-informasi seperti ini agar tidak sungkan-sungkan melapor dan bekerjasama dengan kami untuk kita sama-sama mengungkap hal ini,” imbuhnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)