Protes Persoalan Parkir Digital, Jukir Demo Ungkapkan Kekecewaannya ke Pemkot Surabaya
Alga W August 31, 2026 07:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Aksi unjuk rasa digelar ratusan juru parkir yang tergabung dalam Paguyuban Juru Parkir Surabaya (PJS).

Mereka berdemo di depan Balai Kota Surabaya, Senin (31/8/2026).

Baca juga: Masyarakat Ekonomi Rendah di Lumajang Masuk Desil 6-7, Bupati Minta Camat Verifikasi di Lapangan

Para jukir menyampaikan sejumlah aspirasi terkait penerapan sistem parkir digital yang saat ini diberlakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Para jukir meminta pemerintah melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaan parkir digital di lapangan.

Mereka juga berharap, persoalan yang muncul selama penerapan sistem tersebut dapat segera dicarikan solusi.

Pantauan di lokasi, massa PJS bergantian menyampaikan orasi dari atas mobil komando.

Mereka juga meminta Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menemui langsung para jukir untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan.

"Kami ingin Pak Wali menemui kami. Kalau tidak, kami akan tetap di sini sampai ditemui," teriak salah satu orator.

Suasana aksi berlangsung dengan penyampaian aspirasi dan lantunan selawat yang dikumandangkan bersama oleh para peserta.

Setelah beberapa waktu melakukan aksi, Pemkot Surabaya membuka ruang dialog dengan para jukir.

Sebanyak 10 perwakilan PJS kemudian diterima untuk mengikuti mediasi bersama jajaran Pemkot Surabaya.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkot diwakili Asisten Bidang Pemerintahan Achmad Zaini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Trio Wahyu Bowo, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tundjung Iswandaru.

Ketua PJS, Izul Fiqri mengatakan, aksi tersebut dilakukan karena pihaknya ingin menyampaikan langsung sejumlah persoalan yang dirasakan jukir terkait penerapan parkir digital.

"Kami sangat kecewa. Sebenarnya kami pengin ketemu Pak Eri secara langsung karena surat audiensi kami sudah berkali-kali diabaikan. Oleh karena itu, dengan sangat terpaksa kami turun ke jalan hari ini agar aspirasi kami didengar langsung oleh Wali Kota," ujar Izul.

Menurutnya, persoalan parkir di Surabaya perlu segera mendapatkan penyelesaian.

PJS berharap komunikasi yang dilakukan pemerintah tidak berhenti pada tingkat perwakilan, tetapi menghasilkan solusi terhadap persoalan yang mereka sampaikan.

Belum puas dengan hasil mediasi, PJS membuka kemungkinan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar apabila aspirasi mereka belum mendapatkan penyelesaian.

"Kami sudah merelakan tidak bekerja dan tidak mendapat penghasilan demi menyampaikan aspirasi," katanya.

 

Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo mengatakan, pemerintah tetap membuka ruang komunikasi dengan para jukir.

Ia menjelaskan, penerapan parkir digital merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya membenahi tata kelola parkir tepi jalan umum.

"Parkir digital ini merupakan bagian dari proses transparansi pengelolaan parkir tepi jalan umum yang memastikan pendapatan daerah maupun capaian parkir dapat diketahui bersama," kata Trio.

Ia menambahkan, Pemkot juga terus mengoptimalkan penerapan sistem tersebut agar dapat berjalan di lapangan.

Salah satunya dengan tetap memungkinkan penggunaan voucher sebagai bagian dari mekanisme parkir.

Voucher tersebut menggantikan sistem karcis yang selama ini digunakan.

"Penggunaan voucher bisa berjalan untuk memastikan pelaksanaan parkir digital tetap optimal," ujarnya.

Trio menegaskan, berbagai masukan dari jukir menjadi bagian dari proses evaluasi penerapan parkir digital.

Pemerintah ingin memastikan sistem yang diterapkan dapat berjalan dengan baik sekaligus mendukung tata kelola parkir yang lebih transparan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.