Kabut Asap Selimuti Padang, BMKG Pastikan Tak Ada Titik Api di Sumbar
Rahmadi August 31, 2026 07:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG — Kabut asap masih menyelimuti langit Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (31/8/2026) sore.

Pantauan TribunPadang.com dari sejumlah titik di Kota Padang, seperti kawasan Bukik Lantiak hingga Gunung Padang di Kecamatan Padang Selatan, tampak kabut asap menyelimuti langit dari arah perbukitan.

Kondisi tersebut masih terlihat hingga pukul 17.25 WIB.

Forecaster BMKG Minangkabau, Jeni Adrian, membenarkan kondisi kabut asap yang masih terlihat di Kota Padang. 

Menurutnya, kabut asap tersebut merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi tetangga.

Baca juga: Catatan Performa Ekspor Sumbar Semester I 2026, Kinerja Meningkat tapi Tertumpu Komoditas Tertentu

"Ini karena angin dari arah tenggara ke selatan. Sehingga angin itu mengarah ke Sumbar. Jadi dampaknya asap dari Sumatera Selatan dan Jambi mengarah ke Sumbar, termasuk ke Padang," kata Jeni kepada TribunPadang.com.

"Karena daerah-daerah provinsi tetangga Sumbar itu sedang mengalami karhutla. Jadi angin itu membawa kabut asap ini ke Sumbar, termasuk Padang," sambungnya.

Meski kabut asap terlihat di langit Padang, Jeni memastikan kualitas udara Sumbar dan Padang hingga saat ini masih dalam kategori baik berdasarkan pemantauan BMKG.

"Kualitas udara kita sejauh ini masih baik di Sumbar dan Padang. Itu berdasarkan pantauan kita dari Kota Tabang," jelasnya.

Selain itu, BMKG juga belum mendeteksi adanya titik api di wilayah Sumbar.

"Untuk titik api sampai saat ini tidak terpantau di Sumbar," ujarnya.

Baca juga: Konferensi Republik di Sumbar, Media Wahyudi Sebut Negeri Butuh Pemimpin Cerdas Berbasis Data

Pemprov Pantau Kualitas Udara

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar Arry Yuswandi mengatakan Pemprov Sumbar juga terus memantau perkembangan kabut asap tersebut.

Menurut Arry, asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumbar merupakan kiriman dari provinsi tetangga.

"Terkait dengan kabut asap saat ini memang kita sudah pantau. Karena asal asapnya kan kiriman dari provinsi tetangga ya, Riau dan juga sebagian dari Jambi," kata Arry kepada TribunPadang.com.

Pemprov Sumbar, kata Arry, terus memantau indeks kualitas udara untuk memastikan kondisi tersebut tidak membahayakan masyarakat.

"Tentu kita terus melakukan pemantauan indeks kualitas udara kita, apakah kualitas udara ini membahayakan atau tidak," jelasnya.

Baca juga: Update Kasus Dugaan Asusila Dua PNS Pemprov Sumbar, Sekda: Diberhentikan Sementara dari Jabatannya

Arry mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap perubahan kualitas udara. Jika kondisi memburuk, masyarakat diminta mengikuti arahan dari instansi berwenang.

"Tapi tentunya kita juga mengimbau kepada semua masyarakat, nanti jika ada informasi dari pihak terkait yang berwenang menyatakan tentang kualitas udara, akan ada imbauan-imbauan," ujarnya.

Masyarakat juga diminta bersiap menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.

"Jadi masyarakat harus siap jika seandainya diminta untuk memakai masker atau mengurangi kegiatan di luar ruangan," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.