TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mulai menjadi perhatian serius.
Di tengah kondisi kualitas udara yang menurun, masyarakat diminta tidak lengah terhadap ancaman gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, Miskia, mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas yang berpotensi membuat tubuh terpapar asap secara langsung.
Ia secara khusus meminta kelompok rentan mendapat perlindungan lebih. Kelompok tersebut meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit paru-paru atau jantung.
Baca juga: Gara-gara Kabut Asap, Siswa PAUD hingga SMP di Nunukan Kaltara Belajar dari Rumah Selama 3 Hari
Untuk mengurangi dampak buruk kabut asap, Dinkes Nunukan mengingatkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan 5M.
Pertama, mengurangi aktivitas di luar rumah. Orangtua diminta membatasi aktivitas bermain anak di luar ruangan dan menunda olahraga outdoor ketika kondisi udara memburuk.
Kedua, menggunakan masker medis. Warga yang harus keluar rumah dianjurkan memakai masker yang menutup hidung dan mulut dengan rapat.
Ketiga, menutup ventilasi dan jendela rumah untuk mencegah asap masuk ke dalam ruangan, terutama saat kepekatan asap meningkat.
Keempat, memperbanyak minum air putih guna menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
Kelima, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan rajin mencuci tangan dan wajah setelah beraktivitas serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur.
Tak hanya mengimbau masyarakat, Dinkes Nunukan juga telah menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan.
Seluruh Puskesmas dan rumah sakit daerah diminta bersiap menghadapi kemungkinan peningkatan pasien yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Miskia meminta masyarakat segera mendapatkan pertolongan medis apabila mulai merasakan gejala yang mengarah pada gangguan pernapasan.
"Segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala sesak napas, batuk terus-menerus, nyeri dada, atau pusing," tegasnya.
Ia berharap masyarakat tidak menunggu kondisi semakin parah dan dapat bersama-sama melindungi kesehatan keluarga selama kualitas udara masih terdampak kabut asap.
"Mari bersama-sama saling menjaga dan melindungi kesehatan keluarga kita dari bahaya kabut asap. Tetap waspada, tetap sehat," pungkas Miskia.
(*)
Penulis: Fatimah Majid