Pemkab Bireuen Komit Akselerasi Capaian Imunisasi 2026 Melalui Sinergi Lintas Sektor
Mursal Ismail September 01, 2026 01:03 AM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menegaskan komitmen penuhnya dalam merealisasikan percepatan capaian target imunisasi tahun 2026.

Hal tersebut ditegaskan saat jajaran pimpinan Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Bireuen mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektor Tingkat Daerah untuk Percepatan Capaian Imunisasi secara virtual melalui Zoom Meeting dari Oproom Pendopo Bupati Bireuen, Senin (31/8/2026), dengan Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas, Diah Lenggogeni.

Rapat koordinasi tingkat daerah ini diikuti langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Ketua Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Bireuen bersama jajaran lintas sektor terkait, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Bireuen, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Kepala Dinas PMGKB, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa).

Kepala Diskominsa Bireuen, M Zubair SH MH mengatakan, dalam pemaparan materi bertajuk "Strategi Lintas Sektor Percepatan Imunisasi di Daerah"

Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas, Diah Lenggogeni, menyampaikan bahwa imunisasi merupakan investasi awal yang sangat krusial dalam pembentukan modal manusia (human capital) yang sehat, cerdas, dan produktif.

"Target nasional imunisasi bayi lengkap sebesar 95 persen pada RPJMN 2025-2029 hanya akan tercapai melalui dukungan kuat dari kinerja pemerintah daerah.

Target daerah harus selaras dan tidak berjalan sendiri-sendiri," ujar Diah dalam rapat tersebut.

Baca juga: Pembangunan Jembatan Lama Kutablang Bireuen Segera Dimulai

Bappenas menekankan pentingnya perubahan pendekatan dari pola kerja sektoral menjadi pendekatan yang terintegrasi, holistik, inovatif, dan spasial.

Penanganan kendala imunisasi tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan (supply), tetapi juga mencakup penanganan hambatan akses, penguatan kepercayaan masyarakat (demand), akurasi data sasaran, serta tata kelola lintas sektor.

Menanggapi arahan tersebut, Pemkab Bireuen menyatakan siap memperkuat koordinasi dan pembagian peran antar-SKPK demi memastikan target percepatan imunisasi di Bireuen dapat terwujud secara optimal.

Bappeda Bireuen mengawal integrasi target dan program percepatan imunisasi ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.

Kemudian, Dinas Kesehatan Bireuen menjamin ketersediaan vaksin, kesiapan tenaga kesehatan, serta supervisi teknis pelayanan di Puskesmas dan posyandu.

Selanjutnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Kantor Kemenag Bireuen berperan aktif memobilisasi peserta didik dan orang tua melalui jejaring sekolah dan madrasah.

Baca juga: MAN 3 Bireuen Gelar Aksimasi IV, Ratusan Siswa Adu Kreativitas dan Prestasi

Sementara Dinas PMGKB Bireuen menggerakkan potensi desa/gampong, kader Posyandu, dan TP-PKK untuk penjangkauan langsung (outreach) balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap (zero dose).

Dinas Kominsa Bireuen menguatkan strategi komunikasi publik, edukasi risiko, serta menangkal hoaks atau misinformasi terkait keamanan imunisasi di tengah masyarakat.

Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat menghilangkan kesenjangan cakupan imunisasi di Kabupaten Bireuen, sekaligus mendukung terciptanya generasi muda Bireuen yang sehat, bebas dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, dan siap menyongsong Indonesia Emas. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.