Mahfud MD Buka-bukaan Soal RUU Perampasan Aset, Manuver Jokowi, dan Peringatan Keras untuk Prabowo!
Budi Sam Law Malau September 01, 2026 01:35 AM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Atmosfer politik nasional kembali bergetar.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD, kembali melontarkan analisis tajam nan membedah urat nadi pemerintahan saat ini.

Dalam perbincangan lugas di kanal YouTube Mahfud MD Official, tokoh hukum terkemuka ini mengupas tuntas tiga isu terpanas.

Yakni nasib RUU Perampasan Aset, manuver politik tingkat tinggi kubu Joko Widodo, hingga anjloknya kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto.

​Analisis yang mengalir deras dalam podcastnya yang tayang Senin (31/8/2026) malam, bisa menjadi alarm peringatan bagi para pemangku kebijakan.

Baca juga: 81 Tahun Merdeka, Mahfud MD: Anda Dusta Jika Sebut Indonesia Sedang Baik-Baik Saja!

RUU Perampasan Aset: Awas, Jangan Ada Pasal Siluman!

Sorotan pertama tertuju pada janji DPR RI yang bersedia mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset pada Desember 2026.

Publik tentu ingat betul bagaimana Mahfud MD di masa jabatannya pernah bertarung nyali menghadapi para "Korea-korea" di Senayan demi meloloskan aturan ini.

​Meski menyambut baik komitmen wakil rakyat tersebut,

Mahfud langsung menyalakan lampu kuning.

Kekhawatiran akan draf naskah akademik yang dipreteli secara diam-diam menjadi ketakutan yang sangat berdasar.

​"Harus kembali ke pedoman pembuatan hukum yang demokratis, itu kan ada meaningful participation. Naskah akademiknya harus disebar ke masyarakat, diminta pendapat para pakar. Jangan tiba-tiba saya sudah janji lalu disahkan, ternyata isinya lain," tegas Mahfud.

​Dengan lugas dan solutif, Mahfud bahkan menawarkan jalan keluar pragmatis bagi para pejabat yang 'berkeringat dingin' ketakutan hartanya disita.

Yaitu dengan memberikan masa transisi pemutihan harta selama beberapa bulan.

"Sesudah undang-undang ini berlaku, segera lapor ke KPK ini kekayaan saya. Sesudah di-declare dan putih, baru kejahatan lagi yang terhitung," ungkapnya.

Mahfud menegaskan pentingnya undang-undang ini berjalan ke depan tanpa melahirkan kegaduhan masif.

Manuver 'Cerdik' Jokowi via Video Budi Arie

Tensi perbincangan menukik tajam saat menyinggung bocornya video Ketua Umum Projo, Budi Arie, yang memprediksi adanya dinamika politik "sebelum 2029" dalam forum yang juga dihadiri Jokowi.

Di saat publik riuh menuding adanya niat sabotase, Mahfud justru membaca fenomena ini sebagai permainan catur politik yang sangat elegan.

​Baginya, ini bukan sebuah pelanggaran hukum, melainkan test the water yang terukur.

"Secara politis ini menguntungkan Pak Jokowi. Nama Pak Jokowi itu harus beredar, dari sisi itu bagus. Ini bagian dari permainan politik yang canggih menurut saya," papar Mahfud.

​Ia menganalisis bahwa kegaduhan publik hingga aksi teguran PSI kepada Budi Arie mungkin saja sebuah skenario psikologis untuk memecah fokus, mencari sensasi panggung, sekaligus memberikan daya tekan terselubung kepada kubu Prabowo.

Alarm Berbahaya untuk Prabowo: Rating Terjun Bebas & Menteri 'Kerupuk'

Sorotan beralih pada isu paling sensitif: hasil survei independen (seperti Tempo, SMRC, dll) yang memotret tingkat kepuasan publik (approval rating) pada pemerintahan Prabowo yang terjun bebas ke kisaran 37 persen.

Alih-alih membela, Mahfud membenarkan bahwa angka tersebut adalah buah dari buruknya tata kelola pemerintahan di fase-fase awal kepemimpinannya.

​Namun, di balik kritikan keras tersebut, Mahfud memberikan apresiasi atas respons diam-diam Prabowo yang dinilainya mulai mau mendengar kritik rakyat.

Sang Presiden kini dinilai mulai menanggalkan ego dengan mengurangi intensitas pelesiran ke luar negeri secara drastis, serta mengurangi pidato berbalut improvisasi tak terukur yang selama ini kerap menjadi parodi netizen.

​Lebih jauh, Mahfud memuji keberanian Prabowo merombak karut-marut tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk menutup puluhan hingga ratusan dapur yang tak efisien.

​Kendati demikian, Mahfud tak segan "menyentil" kasus dugaan korupsi besar, seperti skandal Bea Cukai, yang terkesan mandek karena disinyalir menyeret nama-nama dekat penguasa.

Ia juga menyindir keras sikap menteri yang dahulu berjanji manis namun kini kehilangan tajinya.

"Dari Menteri Keuangan sudah setahun sebentar lagi dia jadi menteri, gak ada yang dulu dijanjikan... hebatnya bukan main, blek blek blek, sekarang jadi kerupuk orangnya," sindir Mahfud dengan nada kecewa.

Pesan Kesejukan untuk Nahdlatul Ulama (NU)

Sebagai penutup yang menenangkan, Mahfud membawa kesejukan dari kunjungannya ke Jombang dalam rangka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Ia mendefinisikan ulang esensi "Warga NU" sebagai siapa saja, dari latar belakang agama apa pun, yang memiliki napas kebangsaan dan menjunjung tinggi pluralisme selayaknya pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

​Secara khusus, tokoh asal Madura ini memberikan ucapan selamat kepada K.H. Miftachul Akhyar yang terpilih kembali sebagai Rais Aam, serta Gus Kikin (K.H. Abdul Hakim Mahfudz) sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU yang baru.

​"Bersatulah, buang dan hilangkan, singkirkan pengalaman-pengalaman pahit yang baru-baru ini terjadi. Majulah NU ke depan sebagai kekuatan masyarakat yang telah berhasil ikut membangun negara," pesan Mahfud dengan penuh emosi yang menggugah.

​Sikap dan pandangan Mahfud MD lewat pernyataannua kembali membuktikan tajamnya insting politik sekaligus komitmennya sebagai penjaga kewarasan demokrasi di republik ini.

​(Video selengkapnya dapat Anda saksikan melalui tautan berikut: https://youtu.be/NsgMDP-q_Hc?si=IbynRispOTphrNRD)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.