Teleskop Roman, Penghormatan NASA untuk Astronom Perempuan
Tribunnews September 01, 2026 01:38 AM

NASA meluncurkan teleskop baru yang dirancang untuk meneliti berbagai objek dan fenomena di alam semesta, mulai dari planet-planet yang jauh, bintang yang meledak, hingga lubang hitam. Teleskop ini juga akan memetakan alam semesta dalam cakupan yang belum pernah dicapai sebelumnya. Selain itu, para ilmuwan akan memanfaatkannya untuk mempelajari gravitasi dalam skala kosmik serta mencari eksoplanet, yaitu planet yang berada di luar tata surya kita.

Teleskop Nancy Grace Roman Space, yang dinamai berdasarkan salah satu perempuan pertama yang menduduki posisi kepemimpinan senior di NASA, diluncurkan menggunakan roket Falcon Heavy milik perusahaan SpaceX. Peluncuran dilakukan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS), pada Minggu (30/08).

Teleskop Roman akan melakukan perjalanan menuju lokasi orbit yang disebut Titik Lagrange 2 (Lagrange Point 2 atau L2) sekitar 1,6 juta kilometer dari Bumi dalam waktu satu bulan. Para ilmuwan dalam misi ini akan menghabiskan 90 hari pertama untuk melakukan pengujian, kalibrasi, dan persiapan sebelum operasi ilmiah dimulai.

Misi ini memiliki anggaran total lebih dari $4 miliar (sekitar lebih dari Rp70 triliun). Gambar pertama dari teleskop ini diperkirakan akan diterima di Bumi pada awal tahun 2027.

"Teleskop ini akan menemukan ribuan supernova, puluhan ribu planet, miliaran galaksi, dan puluhan miliar bintang," kata Direktur Misi Sains NASA, Nicky Fox. "Dengan bidang pandang yang sangat luas, teleskop ini akan mampu melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah bisa kita lakukan."

Teleskop Roman bekerja dengan cara yang mirip dengan Teleskop Hubble, yang diluncurkan pada tahun 1990. Saat ini Hubble mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan dan beroperasi dengan kemampuan yang berkurang.

Namun, Roman dirancang untuk memetakan langit jauh lebih cepat. Teleskop ini mampu menyelesaikan pengamatan hanya dalam satu bulan, yang jika menggunakan Hubble bisa memakan waktu hingga 100 tahun.

Para ilmuwan memperkirakan Roman akan menghasilkan lebih dari 500 terabyte data setiap tahun. Sebagai perbandingan, Hubble telah mengumpulkan sekitar 400 terabyte data selama lebih dari 30 tahun berada di luar angkasa.

"Jangkauan Roman yang sangat luas akan memungkinkan kita menemukan hal-hal yang aneh, langka, dan tidak biasa," kata ilmuwan senior proyek, Julie McEnery, pada Sabtu (29/08). "Kami akan mengubah cara kita memahami ungkapan mencari jarum di tumpukan jerami."

Mengenal Nancy Grace Roman

Teleskop James Webb Space, yang dinamai berdasarkan mantan administrator NASA James Webb, diluncurkan pada akhir tahun 2021 untuk melengkapi kemampuan Hubble. Teleskop Webb mengamati alam semesta pada panjang gelombang yang berbeda sehingga melengkapi pengamatan yang dilakukan oleh Hubble dan Roman.

Diluncurkan hampir setahun lebih cepat dari jadwal dan tetap sesuai anggaran, Roman menjadi teleskop antariksa pertama NASA yang dinamai berdasarkan seorang perempuan.

Nancy Grace Roman menjabat sebagai Kepala Astronomi pertama NASA pada tahun 1960-an hingga 1970-an. Menurut ilmuwan NASA yang telah pensiun, Ed Weiler, penghargaan ini sudah seharusnya diberikan sejak lama.

"Ini sangat, sangat pantas," ujarnya. "Saya yakin Nancy akan sangat bangga."

Pemerintahan Trump, baik pada masa jabatan pertama maupun kedua, pernah mencoba membatalkan proyek Roman atau mengurangi pendanaannya. Namun, Kongres AS mempertahankan proyek tersebut.

Menurut NASA, peluncuran Roman akhirnya berhasil dilakukan sembilan bulan lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

Diadaptasi oleh Hani Anggraini

Editor: Ayu Purwaningsih

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.