TRIBUNTRENDS.COM - Penyanyi Rossa mengungkap perjalanan panjangnya dalam mengadopsi anak keduanya, Raina. Keputusan tersebut berawal dari keinginannya untuk kembali memiliki anak, hingga akhirnya menemukan ikatan batin yang kuat saat pertama kali menggendong sang bayi.
Rossa menceritakan kisah tersebut saat berbincang dengan Grace Tahir. Dalam perbincangan itu, pelantun lagu Tegar tersebut mengaku keinginan untuk memiliki anak lagi sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun sebelumnya.
Menurut Rossa, keinginannya memiliki anak lebih besar dibandingkan keinginan untuk kembali menikah.
Rossa mengaku sudah lama memiliki keinginan untuk menambah anggota keluarga. Bahkan, ia sempat membicarakan keinginannya tersebut dengan putra pertamanya, Rizki.
“Sebetulnya aku daripada ditanyain pengin nikah lagi, aku lebih pengin punya anak lagi dari dulu,” ujar Rossa, dikutip TribunTrends dari kanal YouTube Grace Tahir, Selasa (1/9/2026).
Keinginan itu mulai dipikirkannya ketika usia Rizki semakin dewasa. Rossa pun sempat mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk menjalani program kehamilan. Namun, sebuah percakapan dengan temannya membuat Rossa mulai memikirkan pilihan lain.
Baca juga: Rossa Tiba-tiba Umumkan Anak Angkat Perempuannya yang Bernama Raina, Yura Yunita: Nanti Gendong
Temannya mengingatkan bahwa masih banyak anak di luar sana yang membutuhkan kasih sayang dan kehadiran orang tua.
“Daripada kayak gitu kan banyak di luaran sana juga anak yang memang membutuhkan orang tua,” kenang Rossa.
Ucapan tersebut membuatnya berpikir. Hingga akhirnya, takdir mempertemukan Rossa dengan seorang bayi yang kemudian diberi nama Raina.
Rossa mengaku tidak bisa menceritakan secara detail bagaimana awal pertemuannya dengan Raina demi menjaga privasi sang anak. Namun, ia masih mengingat jelas momen pertama kali menggendong bayi tersebut. Saat itu, Raina masih berusia belum genap tiga bulan.
“Pertama kali aku gendong, dia ngajak ngomong. Jadi kayak ini enggak tahu gimana,” kata Rossa.
Ia mengaku merasakan sesuatu yang sulit dijelaskan ketika menggendong Raina.
“Waktu itu aku gendong, dia masih umur belum 3 bulan. Gendong dia kayak ngajak ngomong aku nih. Demi Allah aku sampai wah merinding,” lanjutnya.
Pertemuan tersebut menjadi momen yang membekas bagi Rossa. Meski awalnya hanya bertemu sekali, perjalanan panjang kemudian membawa Raina masuk ke dalam keluarganya.
Rossa bahkan sudah mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan bayi sebelum akhirnya mendapat kabar bahwa ia bisa membawa pulang Raina.
“Aku bisa jemput bayi aku udah dari semenjak itu masih umur 3 bulan dia,” ujarnya.
Sebelum mengambil keputusan tersebut, Rossa terlebih dahulu membicarakan rencananya dengan Rizki. Putranya itu ternyata menyambut rencana tersebut dengan positif.
“Rizki udah tahu, udah lihat dan dia oke, dia senang banget,” kata Rossa.
Meski sempat bertanya apakah sang ibu benar-benar yakin, Rizki kemudian mendukung keputusan tersebut.
“Awalnya kayak, ‘Are you sure, Ibu?’ Ya, tapi this is I think this is a good decision,” ujar Rossa menirukan perkataan putranya.
Dukungan Rizki menjadi salah satu hal penting bagi Rossa dalam menjalani proses tersebut.
Kini, hubungan kakak dan adik itu pun disebut Rossa sangat dekat. Kehadiran Raina bahkan membawa perubahan dalam kehidupan keluarganya.
“Anak aku itu cinta banget sama dia,” ungkap Rossa.
Menurutnya, Rizki yang kini telah beranjak dewasa sangat menyayangi Raina dan kerap pulang ke rumah karena ingin bertemu sang adik.
Rossa kemudian mengungkap bahwa proses adopsi secara hukum di Indonesia bukanlah perjalanan yang mudah. Sebelum membawa Raina pulang, ia harus menjalani berbagai tahapan, termasuk survei terhadap kondisi rumah dan keluarga.
“Kalau mungkin ada teman-teman yang pengin juga melakukan hal yang sama, adopsi gitu, aku kasih tahu it's not an easy journey kalau secara hukum di kita,” katanya.
Menurut Rossa, proses yang ketat tersebut memang diperlukan untuk melindungi anak dari berbagai kemungkinan buruk, termasuk praktik perdagangan bayi.
“Karena itu memang menurut aku memang untuk melindungi bayi itu atau anak itu dari kan banyak ada kejahatan-kejahatan ya, ada penjualan apa segala macam bayi dan lain sebagainya,” ujarnya.
Rossa juga mengaku sempat merasa khawatir karena statusnya sebagai ibu tunggal. Namun, ia telah memiliki seorang anak sehingga masih memenuhi salah satu persyaratan dalam proses tersebut.
Ia menilai aturan ketat dalam proses adopsi merupakan hal yang wajar karena keputusan tersebut menyangkut kehidupan anak dan orang tua dalam jangka panjang.
“Memang lebih baik susah daripada dimudahkan kan ini kita we are talking about the whole life,” ujar Rossa.
Setelah membawa Raina pulang, proses hukum belum langsung selesai. Rossa harus menjalani masa bonding dengan sang anak sebelum dapat mengajukan proses selanjutnya ke pengadilan.
“Kita bonding 6 bulanan baru boleh mengajukan ke pengadilan,” katanya.
Namun, proses tersebut juga tidak selalu berjalan mulus.
Rossa mengatakan terdapat perbedaan pandangan dalam proses hukum yang dijalaninya. Ia bahkan sempat harus berpindah hingga akhirnya menemukan jalan untuk menyelesaikan proses adopsi secara legal.
“Aku enggak patah semangat,” ujarnya.
Seluruh proses akhirnya dilakukan di Sumedang, Jawa Barat, yang merupakan kampung halaman Rossa.
“Akhirnya semuanya tuh dilakukan justru di Sumedang. Jadi Raina itu benar-benar anak Sumedang,” kata Rossa.
Ia mengungkap proses tersebut berlangsung cukup lama hingga seluruh prosedur akhirnya selesai. Meski demikian, Rossa mengaku bersyukur karena tidak menyerah.
“Yang paling penting kan kita tidak memiliki niat buruk. Ini untuk kasih sayang saling menyelamatkan. Dia menyelamatkan aku, aku menyelamatkan dia,” ucap Rossa.
(TribunTrends)