TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu menggelar rapat koordinasi untuk membahas langkah penanganan dan pencegahan serangan buaya.
Rapat digelar menyusul tewasnya warga berinisial TH (25) saat memanah ikan di perairan Dusun Tanjung Parappa, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Sabtu malam (29/8/2026).
Rapat berlangsung di ruang rapat Wakil Bupati Pasangkayu dan dipimpin Wakil Bupati Pasangkayu Herny Agus.
Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini, Capricorn dan Virgo ,Jangan Terlalu Keras pada Diri Sendiri
Baca juga: Gegara Bakar Sampah, Lahan di Desa Lariang Pasangkayu Kebakaran
Sejumlah instansi terkait dan Lurah Pasangkayu turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Dalam rapat, peserta membahas kondisi lapangan serta sejumlah langkah untuk mengurangi risiko konflik antara manusia dan buaya.
Kemunculan buaya di kawasan pesisir Pasangkayu belakangan menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan warga yang beraktivitas di laut maupun sekitar pantai.
Usai rapat, Herny mengatakan salah satu faktor yang diduga membuat buaya mendekati kawasan pantai adalah kebiasaan masyarakat membuang sampah ke laut.
"Terutama sampah daging dari aktivitas perdagangan di sepanjang kawasan Anjungan Pasangkayu. Ini kemungkinan dapat mengundang satwa liar mendekat ke kawasan pantai," kata Herny.
Selain sampah daging, pembuangan limbah ikan ke perairan juga dinilai berpotensi menarik buaya mendekati wilayah yang sering digunakan warga untuk beraktivitas.
Sebagai langkah pencegahan, Pemkab Pasangkayu akan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat. Pemerintah juga berencana memasang papan peringatan di sejumlah titik yang dinilai rawan kemunculan buaya.
"Kami akan terus mengingatkan masyarakat melalui berbagai cara, termasuk pemasangan plang peringatan dan sosialisasi. Kami juga akan memanfaatkan bantuan media untuk menyebarluaskan informasi," ujarnya.
Herny berharap edukasi mengenai bahaya buaya dapat menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Pasangkayu, khususnya desa dan kecamatan yang memiliki kawasan pesisir maupun sungai.
Ia mengimbau warga lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan dan memahami risiko berada di habitat yang menjadi tempat hidup buaya.(*)