‎Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan Raih 4 Penghargaan EPSA 2026, Dua di Antaranya Gold‎
Samir Paturusi September 01, 2026 11:19 AM

‎TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit (RU) V Balikpapan kembali mencatatkan prestasi di bidang inovasi dan keberlanjutan.

‎Pada ajang Eco-Tech Pioneer & Sustainability Award (EPSA) 2026, Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan berhasil meraih empat penghargaan, terdiri dari dua penghargaan Gold dan dua Silver.

‎Empat penghargaan tersebut yakni Gold – Green Power Innovation, Gold  Hydro Smart Innovation, Silver – Community Development, dan Silver  Ecosystem Protection.

‎General Manager PT PPN RU V Balikpapan, Novie Handoyo Anto, mengatakan capaian tersebut menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi perusahaan untuk terus mengintegrasikan inovasi dan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional.

‎“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjadikan inovasi dan keberlanjutan sebagai bagian dari perjalanan perusahaan. Bagi kami, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian operasional, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dapat kami hadirkan bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Anto, Selasa (1/9/2026).

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Kebakaran di Baru Ilir ‎ Balikpapan

Salah satu penghargaan Gold diraih melalui inovasi pada unit penghasil hidrogen yang mendapatkan kategori Green Power Innovation.

‎Inovasi tersebut mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi dalam proses operasional dan berhasil menghilangkan konsumsi steam sebesar 11.960 kilogram per jam.

‎Penghematan tersebut turut meningkatkan efisiensi energi dalam kegiatan operasional kilang.

‎Sementara itu, penghargaan Gold – Hydro Smart Innovation diraih melalui inovasi AQUA-SAVE dalam aspek pengelolaan air.

‎Program AQUA-SAVE memperkuat pemantauan dan pengawasan sistem transfer air sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan untuk menekan kehilangan air.

‎Implementasi program tersebut memberikan dampak terhadap efisiensi operasional sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

‎AQUA-SAVE juga berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan terkait akses air bersih dan sanitasi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penanganan perubahan iklim.

‎Pada aspek pemberdayaan masyarakat, program Kampung Iklim (ProKlim) yang dikembangkan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan meraih Silver  Community Development.

Program tersebut mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat.

‎Sejumlah kegiatan yang dilakukan mencakup pengelolaan sampah, penghijauan, ketahanan pangan, ekonomi sirkular hingga peningkatan kapasitas masyarakat.

‎Melalui program tersebut, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga didorong menjadi penggerak dalam menjaga dan mengembangkan lingkungan secara berkelanjutan.

‎Penghargaan keempat, Silver  Ecosystem Protection, diraih melalui program Pemulihan Habitat Bekantan dan Penggerak Ekonomi Lokal di Sekitar DAS Tunan.

‎Program ini menggabungkan upaya pemulihan habitat dan vegetasi dengan pelibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Beri Pemeriksaan Kesehatan Gratis ke Lansia dan Ibu Hamil di Balikpapan

‎Selain menjaga keanekaragaman hayati, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam melindungi ekosistem.

‎Upaya konservasi kemudian diintegrasikan dengan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah program.

‎Dengan pendekatan tersebut, keberlanjutan lingkungan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

‎Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang, yang sebelumnya menduduki posisi sebagai Area Manager Communication, Relations & CSR RU VII Kasim.

Jabatan tersebut berada di bawah Subholding Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) yang berlokasi di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, mengatakan capaian dalam EPSA 2026 menjadi pijakan bagi perusahaan untuk terus memperkuat inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

‎“Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi yang tidak hanya menjawab kebutuhan operasional, tetapi juga menciptakan nilai bersama untuk operasional yang semakin efisien, lingkungan yang semakin terjaga, dan masyarakat yang semakin berdaya,” tutup Dodi. (*)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.