TRIBUNNEWS.COM - Viral di media sosial seorang pria yang ngaku wartawan berinisial A melakukan dugaan pemerasan dan intimidasi di SDN Sukaraja 2, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Pria tersebut sempat mengamuk di lingkungan sekolah hingga merampas ponsel milik seorang guru yang merekam aksinya.
Kepala SDN Sukaraja 2, Siti Julaeha mengatakan, aksi A tersebut dimulai saat pelaku meminta uang langganan bulanan koran sebesar Rp100 ribu.
Namun, permintaan tersebut belum bisa dipenuhi karena dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum cair.
"Dia meminta yang untuk bulan September. Karena kami tidak memberi, akhirnya dia marah sampai menunjuk-nunjuk saya," ujar Siti, Senin (31/8/2026) di Polsek Sukaraja.
Pria tersebut juga terus mendesak dengan alasan uang itu untuk berobat anaknya.
"Namun saya tidak pernah memberi karena pengeluaran anggaran sekolah harus sesuai aturan," tegas Siti, dikutip dari TribunJabar.id.
Sementara itu, guru yang merekam, Hendriani mengaku berinisiatif merekam setelah suasana makin memburuk.
"Saya memvideokan karena dia sudah mengamuk, makanya terekam. Namun HP saya dirampas oleh dia," ujar Hendriani.
Pihak sekolah pun akhirnya melaporkan kejadian ini ke polisi.
Tak butuh waktu lama, pihak kepolisian mengamankan pria tersebut dan melakukan tes urine.
Baca juga: Profil Reza Prabowo, Kadisdik Kalteng Viral karena Pernyataan Nasib MBG saat PJJ di Tengah Karhutla
Dari hasil tes urine, pria tersebut positif narkoba.
"Tadi sudah kita lakukan tes urine dengan alat dari BNK, dan setelah dilakukan tes urine positif,"
"Amphetamine," kata Kapolsek Sukaraja, Kompol Aguk Khusaini, dikutip dari TribunJabar.id.
Zat tersebut biasa terkandung dalam narkoba jenis sabu.
Ia menuturkan, meski begitu, pria tersebut masih belum ditetapkan sebagai tersangka.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman motif.
"Motifnya untuk sementara masih kita dalami."
"Masih kita dalami karena kita perlu memeriksa saksi-saksi yang ada," ujarnya.
Dari informasi awal, pria tersebut datang sendiri ke sekolah dan langsung menemui kepala sekolah.
"Mendatangi sekolah tersebut, datang ke kepala sekolah itu sendiri dia," ujarnya.
Pihak kepolisian saat ini sudah memeriksa pelapor.
Sementara pria tersebut masih berstatus terperiksa.
"Kita masih lakukan pendalaman karena memang yang diduga tersangka ini belum kita periksa," katanya.
(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(TribunJabar.id, Dian Herdiansyah)