Dinkes Batang Hari Petakan Dua Kecamatan Rawan ISPA Dampak Karhutla
Heri Prihartono September 01, 2026 12:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang Hari memetakan dua kecamatan sebagai wilayah paling rawan mengalami peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa (1/9/2026).

Petugas Surveilans dan Imunisasi Dinkes Batang Hari, Sri Hartanti, mengatakan Kecamatan Bajubang dan Kecamatan Muara Bulian menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi akibat dampak karhutla di Kabupaten Batang Hari.

"Untuk peningkatan dampak karhutla ini, wilayah yang terdampak itu di Kecamatan Bajubang dan Muara Bulian. Itu yang paling rawan dan titiknya paling tinggi di sana," katanya.

Ia menjelaskan, tingginya potensi peningkatan kasus ISPA di dua kecamatan tersebut dipicu oleh musim kemarau yang meningkatkan jumlah titik panas serta maraknya aktivitas pembakaran lahan dan sampah di ruang terbuka.

Guna mengantisipasi lonjakan kasus ISPA di tengah musim kemarau, Dinkes Batang Hari mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, serta konsisten menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Kami menghimbau masyarakat agar tidak membakar lahan dan mengurangi aktivitas di luar. Selain itu, penting untuk menjaga asupan cairan dengan banyak minum air putih, menjaga asupan gizi, serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah," jelasnya.

(Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)

Baca juga: ISPU Muara Bulian Batang Hari Capai 201, Kualitas Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.