TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sebaran titik panas atau hotspot di Kabupaten Ketapang masih tinggi, dengan jumlah mencapai 2.525 titik berdasarkan pemantauan BMKG.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Supadio mencatat, sebanyak 2.525 titik panas terdeteksi di Kabupaten Ketapang hingga Minggu 31 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB.
Dari jumlah tersebut, 107 titik berada pada tingkat kepercayaan rendah, 2.307 titik pada tingkat kepercayaan menengah, dan 111 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat terdapat 6.169 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Ketapang menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, disusul Kabupaten Kubu Raya dengan 1.135 titik dan Kabupaten Kayong Utara sebanyak 743 titik.
BMKG mendeteksi titik panas menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada sejumlah satelit polar, di antaranya NOAA-20, S-NPP, Terra, dan Aqua.
Baca juga: Gandeng STIK dan Setukpa, Polres Ketapang Gelar Tatap Muka dengan Warga Cegah Gangguan Kamtibmas
Deteksi tersebut menjadi gambaran awal mengenai lokasi yang mengalami anomali suhu panas dibandingkan wilayah di sekitarnya dan dapat menjadi indikasi adanya kebakaran hutan dan lahan.
Namun, BMKG menegaskan bahwa hotspot tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran di seluruh lokasi yang terdeteksi.
Pemantauan dilakukan pada siang dan malam hari oleh masing-masing satelit. Sementara itu, wilayah yang tertutup awan maupun berada di area blank zone berpotensi menyebabkan titik panas tidak terdeteksi.
Di tengah tingginya sebaran hotspot, kondisi cuaca di Kabupaten Ketapang pada Selasa 1 September 2026 berpotensi mengalami hujan ringan.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, cuaca Ketapang diprakirakan cerah berawan pada pukul 07.00 WIB.
Potensi hujan ringan diprakirakan muncul sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah itu, kondisi cuaca diprakirakan kembali cerah berawan hingga malam hari dan berawan pada dini hari.
Suhu udara di Kabupaten Ketapang diprakirakan berada pada kisaran 20 hingga 36 derajat Celsius.
Sementara itu, kecepatan angin diprakirakan mencapai 41 kilometer per jam, dengan kelembapan udara berkisar antara 31 hingga 98 persen.
Potensi hujan ringan tersebut menjadi salah satu kondisi cuaca yang perlu diperhatikan di tengah tingginya jumlah hotspot dan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung di Kabupaten Ketapang.
Jalur darat Pontianak–Ketapang berjarak sekitar 350–460 kilometer, tergantung titik awal dan tujuan akhir di Kabupaten Ketapang. Data Balai Bahasa Kalimantan Barat mencatat jarak ibu kota provinsi ke Kabupaten Ketapang sekitar 354 km dengan estimasi perjalanan darat sekitar 14 jam.
Secara umum, rute perjalanan darat paling umum dari Kota Pontianak - Kubu Raya - Mempawah/Kubu Raya bagian selatan - Kayong Utara/Siduk - Matan Hilir Utara - Ketapang.
Waktu tempuh aktual sangat bergantung pada kondisi jalan, cuaca, kepadatan lalu lintas, kecepatan kendaraan, serta jumlah pemberhentian.