TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aliansi Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) menggelar aksi demonstrasi akbar pada Selasa (1/9/2026). Aksi itu terpusat di kawasan Simpang 4 Gramedia tepatnya di Jalan Jendral Sudirman, Yogyakarta.
Dilansir dari instagram @aliansimahasiswaugm aksi turun ke jalan ini diawali dengan berkumpul di titik kumpul Wisma Kagama UGM pada pukul 14.00 WIB sebelum massa melakukan mobilitas menuju lokasi utama aksi pada pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan seruan aksi yang beredar di masyarakat, demonstrasi ini membawa tuntutan dan kritik tajam terhadap kondisi pemerintahan dan krisis lingkungan hidup saat ini.
Dikutip dalam instagram resmi @aliansimahasiswaugm, mereka mengungkapkan tidak butuh lagi tragedi untuk sadar betapa kejamnya rezim dan negara kolonial Indonesia dalam menindas dan membuat manusia yang tinggal di dalamnya menjerit kesakitan.
Seruan tersebut secara spesifik menyoroti kebijakan rezim Prabowo-Gibran serta isu eksploitasi dan kerusakan alam di luar Pulau Jawa.
Para demonstran menuntut agar praktik penindasan ini dihentikan sekarang juga melalui pembebasan skala nasional.
Guna mengantisipasi penumpukan massa dan kemacetan parah di kawasan pusat kota Yogyakarta, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas. Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan secara situasional mulai pukul 15.00 WIB.
Petugas kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, dari kendaraan roda dua sampai roda empat untuk menghindari jalur-jalur yang terdampak aksi unjuk rasa demi kelancaran bersama.
Baca juga: Lima Mahasiswa UGM Kembangkan Polpay, Sistem Pembayaran Cukup dengan Sidik Jari
Melalui akun resminya, Satlantas Polresta Yogyakarta memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat rekayasa arus lalu lintas ini.
Masyarakat dan para pengendara diminta untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas yang berjaga di lapangan, mencari jalur alternatif lain, serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi demonstrasi berlangsung.
(MG Fuza Nihayatul Chusna)