BMKG: Kualitas Udara di Tanjung Selor Kaltara Pukul 16.00 WITA Sore Ini Sangat Tidak Sehat
Amiruddin September 01, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM - Berikut ini update kualitas udara di Tanjung Selor, pada Selasa 1 September 2026 sore ini, yang disampaikan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Tanjung Harapan.

Sebagai informasi, Tanjung Selor adalah ibu kota Kabupaten Bulungan.

Saat ini Tanjung Selor juga menjadi ibu kota Provinsi Kalimantan Utara atau Kaltara.

Informasi update kualitas udara di Tanjung Selor sore ini, disampaikan prakirawan cuaca (forecaster) BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Tanjung Harapan, Rivan Hikmawan.

Informasi yang disampaikan Rivan Hikmawan, menyebut kualitas udara di Tanjung Selor sangat tidak sehat sore ini.

"Selamat Sore Bapak/ibu.

Berikut Update kondisi kualitas udara dengan alat PM 2.5 wilayah Tanjung Selor pada hari Selasa, 01 September 2026 pukul  16.00 WITA dengan nilai konsentrasi 158.7 μg/m⊃3; status SANGAT TIDAK SEHAT

Best regards, 

Forecaster On Duty BMKG Tanjung Harapan-Bulungan," tulis Rivan Hikmawan di Grup WhatsApp INFO CUACA KALTARA sore ini.

 

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien ISPA Akibat Asap Karhutla, Puskesmas dan RSUD di Nunukan Disiagakan

Pada pagi dan siang tadi, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Tanjung Harapan menyebut kualitas udara di Tanjung Selor tidak sehat.

Namun pukul16.00 WITA sore ini, kualitas udara di Tanjung Selor naik menjadi status sangat tidak sehat.

Pantauan terkini TribunKaltara.com pukul 16.29 WITA sore ini kabut asap memang menyelimuti Tanjung Selor.

Sejumlah pengendara lalu lintas terlihat mengenakan masker.

Kabut asap ini diduga kuat imbas karhutla yang terjadi beberapa hari terakhir, baik di Bulungan, maupun luar Kalimantan Utara

 

Baca juga: Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan Tarakan, Dua Pesawat Komersial Tertahan di Balikpapan

Belajar dari Rumah 

Belajar dari rumah diterapkan untuk jenjang pendidikan PAUD, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Bulungan.

Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap, akibat kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) yang semakin pekat, dan berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik.

Kebijakan belajar dari rumah itu, sama seperti yang diterapkan di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Mulai hari ini hingga tiga hari ke depan, siswa PAUD hingga SMP di Nunukan juga akan belajar dari rumah.

Kepala Disdikbud Bulungan, Suparmin, mengatakan kebijakan belajar dari rumah berlaku selama tiga hari, mulai 31 Agustus hingga 2 September 2026.

"Menyikapi kondisi kabut asap di wilayah Bulungan dan sekitarnya, kami menerapkan belajar dari rumah bagi satuan pendidikan PAUD, SD, SMP, mulai 31 Agustus sampai 2 September 2026," ujar Suparmin, Senin (31/8/2026).

Menurut Suparmin, kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta hasil rapat bersama Bupati Bulungan terkait kondisi kabut asap yang terus memburuk.

Baca juga: BMKG: Tarakan Dapat Kiriman Asap Karhutla, Jarak Pandang Sempat Turun 1 Km

Meski kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah, pendidik dan tenaga kependidikan tetap diminta menjalankan tugas seperti biasa di sekolah atau kantor.

Namun, mereka diimbau menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan, guna mengurangi risiko paparan kabut asap.

Bagi tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, diberikan penyesuaian dalam pelaksanaan tugas sesuai kondisi kesehatannya.

Disdikbud Bulungan juga akan terus memantau perkembangan kualitas udara, sebelum menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya.

"Keputusan berikutnya akan disampaikan setelah melihat perkembangan kondisi kabut asap di Bulungan," kata Suparmin.

(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.