Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ambulans relawan Sedekah Bareng (Saber) gagal menjemput pasien dalam kondisi darurat dari wilayah Gawok, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (31/8/2026).
Kendaraan tersebut harus dialihkan ke ambulans lain setelah mengalami kendala saat hendak mengisi BBM di SPBU Kadilangu.
Ambulans Saber saat itu mendapat panggilan untuk segera menjemput pasien emergency yang akan dibawa menuju RS Moewardi Solo.
Namun, kendaraan tersebut tidak memiliki cukup bahan bakar untuk melanjutkan perjalanan. Ambulans sebelumnya baru saja menyelesaikan kegiatan di RS Kustati Solo.
Sopir kemudian berusaha mengisi Pertalite di SPBU Kadilangu, Desa Kadilangu, Kecamatan Baki, Sukoharjo.
Ketua relawan Saber, Wirawan, mengatakan pengisian BBM terkendala persoalan foto kendaraan yang tercantum pada barcode tidak sesuai dengan kondisi ambulans saat ini.
Baca juga: Drama Barcode di SPBU Kadilangu Sukoharjo, Ambulans Harus Tunggu 2 Jam untuk Isi BBM di SPBU Lain
Akibatnya, ambulans tidak bisa langsung mengisi bahan bakar meski sedang mendapat panggilan untuk menjemput pasien dalam kondisi darurat.
Situasi semakin rumit setelah barcode kendaraan tersebut terlanjur dipindai. Ambulans disebut harus menunggu sekitar dua jam sebelum dapat melakukan pengisian BBM di SPBU lain.
Kondisi itu akhirnya berimbas pada rencana penjemputan pasien di Gawok.
"Karena ambulannya tidak ada bensin yang cukup, pasien yang sedianya akan dijemput dialihkan menggunakan ambulans lain yang lebih siap," jelas Wirawan, Selasa (1/9/2026).
Menurut Wirawan, pengalihan ambulans dilakukan agar pasien tidak semakin lama menunggu dan tetap bisa segera mendapatkan penanganan medis.
Baca juga: Kisruh Ambulans di SPBU Kadilangu Sukoharjo, Ditolak Isi Pertalite Gegara Foto di Barcode Berubah
Dengan kondisi tersebut, ambulans Saber tidak dapat menjalankan penjemputan pasien sesuai rencana. Ambulans lain kemudian digunakan untuk menggantikan tugas tersebut.
Sementara itu, persoalan pelayanan di SPBU Kadilangu akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.
Pihak SPBU juga menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen memberikan perhatian khusus terhadap ambulans yang menjalankan tugas kemanusiaan. (*)