Kisruh Ambulans di SPBU Kadilangu Sukoharjo, Ditolak Isi Pertalite Gegara Foto di Barcode Berubah
Vincentius Jyestha Candraditya September 01, 2026 05:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Perbedaan foto kendaraan yang tercantum dalam barcode dengan kondisi ambulans saat ini menjadi pemicu persoalan antara relawan Sedekah Bareng (Saber) dan petugas SPBU Kadilangu, Desa Kadilangu, Kecamatan Baki, Sukoharjo.

Ketua relawan Saber, Wirawan, menjelaskan barcode yang digunakan ambulans tersebut sebenarnya sudah dibuat sejak 2022.

Saat itu, ambulans masih menggunakan branding berbeda dengan kondisi kendaraan sekarang.

Perubahan tampilan ambulans kemudian menjadi persoalan ketika kendaraan hendak mengisi Pertalite di SPBU Kadilangu pada Senin (31/8/2026).

"Memang barcode itu dibuat pertama tahun 2022, dengan foto ambulansku zaman itu dengan branding orange garis-garis. Setelah beberapa tahun, sudah berubah branding, dan sekarang dipermasalahkan karena tidak sesuai dengan foto," kata Wirawan saat dihubungi, Selasa (1/9/2026).

Dalam Perjalanan Jemput Pasien

Saat kejadian, ambulans Saber tengah menjalankan tugas menjemput pasien emergency dari wilayah Gawok, Sukoharjo, menuju RS Moewardi Solo.

Namun, karena persediaan BBM menipis, sopir ambulans memutuskan berhenti di SPBU Kadilangu untuk mengisi Pertalite menggunakan barcode yang selama ini digunakan.

Baca juga: Relawan Ambulans Sukoharjo Dapat Laporan Percobaan Bunuh Diri, Begitu di TKP Ternyata Cuma Prank

Petugas SPBU kemudian meminta agar foto kendaraan pada data barcode diperbarui karena tidak lagi sesuai dengan tampilan ambulans.

Wirawan mengatakan perubahan data tersebut tidak bisa dilakukan secara langsung. Sopir harus melakukan pendaftaran ulang karena akun lama harus dihapus terlebih dahulu.

"Kalau proses tersebut akan memakan waktu sekitar seminggu, sehingga sopir ambulannya keberatan karena harus segera menjemput pasien," ujarnya.

Barcode Terlanjur Dipindai

Masalah semakin pelik karena barcode ambulans sudah terlanjur dipindai. Akibatnya, ambulans tidak bisa langsung berpindah ke SPBU lain untuk mengisi BBM.

Wirawan menyebut ambulans harus menunggu sekitar dua jam sebelum dapat kembali mengisi Pertalite di SPBU lain.

"Karena ambulannya tidak ada bensin yang cukup, pasien yang sedianya akan dijemput dialihkan menggunakan ambulans lain yang lebih siap," jelasnya.

Baca juga: Viral Sejumlah Ambulans Datangi SPBU Kadilangu Sukoharjo, Ternyata Ini Masalahnya

Persoalan tersebut kemudian memicu kedatangan sejumlah relawan ambulans ke SPBU Kadilangu sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka datang untuk meminta penjelasan mengenai kendala yang dialami ambulans Saber.

Wirawan mengatakan persoalan akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak SPBU juga menyampaikan permohonan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi.

Ke depan, pihak SPBU disebut telah menyampaikan komitmen untuk memberikan pelayanan serta prioritas kepada ambulans yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.