Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM,TAMBOLAKA- Wujud empati para Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dan warga secara sukarela memberikan donasi untuk korban Gempa Flores 15 Agustus 2026 lalu.
Hasil donasi yang sudah terkumpul dari ASN dan warga Kabupaten SBD sudah mencapai Rp 250 juta.
Donasi ini sesuai rencana akan dihantar langsung Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, S.T atas nama ASN dan warga SBD.
Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla kepada wartawan pada Selasa 1 September 2026 mengatakan pihaknya berencana berkunjung ke Pulau Flores untuk melihat langsung kondisi warga korban bencana alam gempa bumi.
Baca juga: Kapal Perang KRI Teluk Parigi-539 Bawa Bantuan untuk Korban Gempa Flores
Sebagai wujud empati warga di kabupaten yang dipimpinnya, saat ini sudah terkumpul donasi dana untuk warga korban gempa bumi Flores mencapai Rp 250 juta.
"Ini donasi secara tulus dari ASN dan masyarakat Sumba Barat Daya. Sumbangan bantuan tersebut juga dalam bentuk barang seperti pakaian dan lain-lain," kata Ratu Wulla.
Mantan anggota DPR RI ini menegaskan, kedatangannya adalah untuk melihat langsung kondisi warga korban gempa bumi, memberikan bantuan dan penguatan terhadap warga agar kuat menghadapi cobaan hidup ini.
Menurutnya, Pemerintah Sumba Barat Daya pun telah mengirimkan uang sebesar Rp 500 juta ke rekening masing-masing Pemda di 7 kabupaten di Pulau Flores.
Baca juga: ITN Malang Asesmen 14 Bangunan Terdampak Gempa di Kabupaten Manggarai
Besaran pengiriman dana berdasarkan tingkat keparahanya. Karena itu terhadap kabupaten yang mengalami dampak parah akibat gempa bumi akan mendapatkan lebih besar dibandingkan wilayah lainnya.
Saat ini, pihaknya terus memantau perkembangan penanganan gempa Flores dimana masih banyak warga datang ke Flores untuk memberi pertolongan.
Salah satu langkah adalah memetakan beberapa titik menjadi titik fokus kunjungan.
"Jadi tidak semua daerah dikunjungi tetapi hanya berkunjung ke titik-titik tertentu saja yang mungkin belum mendapatkan bantuan ataupun penanganan lainnya. Sesuai rencana kegiatan kunjungan itu dapat berlangsung pada Minggu ke-2 September 2026," ujar Ratu Wulla.(pet)