Berhasil Dipulangkan dari Madagaskar, Korban TPPO Dijenguk Bupati Aceh Tamiang
Faisal Zamzami September 01, 2026 09:38 PM

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Dua warga Aceh Tamiang yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Madagaskar akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia dalam kondisi sehat.

Keduanya, M Renza (26) dan Melisa Habib (23), tiba di Tanah Air pada Sabtu (29/8/2026). Renza kini telah berkumpul kembali bersama keluarganya di Bukitrata, Kecamatan Kejuruanmuda, Aceh Tamiang. Sementara Melisa masih berada di Bogor, Jawa Barat.

“Alhamdulillah sudah pulang. Ini berkat kerja keras kita semua dan dukungan semua kawan-kawan diplomat dan Interpol,” kata Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, saat menjenguk Renza di kediamannya, Selasa (1/9/2026) petang.

Armia Pahmi baru sempat mengunjungi Renza setelah dua hari berada di rumah karena sebelumnya menjalani perjalanan dinas ke luar kota.

Dalam kunjungan tersebut, Armia didampingi Kadisnakertrans Muhammad Rafe’i, Kadis Kominfosan M Farij, Kepala Sekretariat Baitul Mal Budi Dharma, Kabag Humas Azwanil Fakhri, serta Koordinator P4MI Aceh Tamiang dari BP3MI Aceh, Kamaruzzaman.

Baca juga: Keluarga Korban TPPO Madagaskar Buat Laporan ke Polres Aceh Tamiang

Armia juga menyerahkan paket bantuan kepada Renza sekaligus mengganti biaya kepulangannya sebesar Rp20 juta.

“Ternyata Madagaskar tidak memiliki anggaran untuk memulangkan orang asing, sehingga biaya kepulangan ditanggung pihak keluarga. Dalam hal ini, kami menyadari kondisi masyarakat, sehingga dengan kesadaran kami menggantinya,” ungkap Armia.

Pada kesempatan tersebut, Armia meminta Disnakertrans dan Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Aceh Tamiang menjadikan kasus ini sebagai pelajaran agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban perdagangan orang.

“Perkuat edukasi dan sosialisasi. Jadikan ini pelajaran, jangan sampai terulang,” ujarnya.

Renza membenarkan bahwa dirinya awalnya dijanjikan bekerja di Australia sebagai pengemas buah. Namun, kenyataannya, ia bersama sepupunya, Melisa Habib, justru dibawa ke Madagaskar.

Di negara tersebut, keduanya diduga berada di bawah tekanan dan ancaman serta dipaksa bekerja sebagai operator judi online selama sekitar tiga bulan.

“Dikurung macam kamar mandi. Kalau gaji, baru sekali terima Rp3 juta,” kata Renza.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.