BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sejumlah mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan di Kalimantan Selatan turun langsung dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa (1/8/2026) sore.
Mereka bergabung memadamkan karhutla di kawasan lahan di Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar bersama Kapolda Kalsel, Wakapolda serta PJU Polda Kalsel.
Disana, pemadaman dilakukan salah satunya teknik suntik gambut dengan memasukan air bertekanan ke dalam tanah menggunakan alat khusus agar bara api benar-benar padam.
Selain itu, petugas juga menggunakan cairan khusus hasil penelitian laboratorium yang dicampurkan ke tangki atau sumber air untuk pemadaman.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, mengatakan di kawasan Beruntung Baru yang ditangani petugas ini, lahan yang terbakar dengan cakupan sekitar 50–100 hektar. Asap kebakaran menurutnya juga telah berdampak pada pemukiman warga sekitar.
Baca juga: Kebakaran Toko Sparepart dan Servis Radiator di Jalan Pramuka Banjarmasin, Diduga Sengaja Dibakar
Menurutnya, penaganan karhutla dengan melibatkan mahasiswa sekaligus yang memantau efektivitas pemadaman. Dimana, dalam beberapa waktu terakhir Polda Kalsel terus melakukan uji coba untuk mencari metode pemadaman karhutla yang efektif.
“Kita juga bergabung dengan adik-adik mahasiswa. Nah, adik-adik mahasiswa ini ingin melihat bagaimana efektivitas pekerjaan kita dan inovasi-inovasi juga yang kita lakukan,” katanya.
Salah satu di antaranya, pemadaman menerapkan inovasi formula cairan pemadam khusus yang dicampurkan langsung ke tangki pemadam dengan memanfaatkan sumber air danau terdekat.
Di sisi lain, perwakilan organisasi mahasiswa, Ferry Setiadi mengatakan, setelah ikut turun langsung dalam penangan karhutla, ia mengakui bahwa tidak mudah bagi petugas dalam melakukan pemadaman.
Ia juga mengapresisi kerja keras petugas di lapangan setelah merasakan langsung berat dan pengapnya medan pemadaman api.
“Rasanya pengap juga. Ternyata berat pekerjaan kawan-kawan dari Polda, khususnya Kalimantan Selatan. Dan sekali lagi, ini tidak bisa diselesaikan oleh hanya kita sendiri, kita harus kolektif kolegial, seperti itu,” kata Ketua IMM Kalsel ini. (Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)