Sosok Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Programnya Viral Hiasi Kolom Threads Arie Kriting
Febri Prasetyo September 01, 2026 10:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Nama Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid ramai menjadi perbincangan di media sosial setelah program pemerintahannya disebut sejumlah warganet dalam unggahan utas Threads komika Arie Kriting.

Perbincangan itu bermula dari unggahan Arie Kriting melalui akun Threads @arie_kriting pada 23 Agustus 2026, hingga kini telah dikomentari 2.200 komentar dan disukai 12.800 lebih akun.

Arie mengajukan pertanyaan terbuka kepada warganet mengenai kinerja gubernur di Indonesia.

"Adakah provinsi yang gubernurnya saat ini mempunyai program dan berhasil memberikan hal baik untuk rakyatnya dari program itu? Gak mungkin lah dari 38 Provinsi ini tidak ada satu pun yang punya kinerja baik," tulis Arie.

Ia kemudian meminta warganet menyebutkan provinsi sekaligus program gubernur yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Kalau ada tolong sebutkan dari Provinsi apa dan program apa yang dilakukan? Pengen banget baca hal baik," lanjutnya.

Pertanyaan tersebut kemudian berkembang menjadi ruang berbagi pengalaman warga tentang berbagai program kepala daerah.

Salah satu nama yang cukup banyak muncul adalah Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur Reny Lamadjido.

Warganet menyoroti dua program unggulan Pemerintah Provinsi Sulteng, yakni Berani Cerdas di bidang pendidikan dan Berani Sehat di bidang kesehatan.

Ada akun yang menyebut Berani Sehat memberikan akses pelayanan kesehatan bagi warga ber-KTP Sulawesi Tengah.

Baca juga: Momen Bersama Anak di Kafe Diam-diam Direkam Orang hingga Viral, Susan Sameh Beri Klarifikasi

Ia mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut. Warga disebut dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan membawa KTP, termasuk ketika kepesertaan BPJS mengalami persoalan.

"Kalau berani sehat asal kalian masih KTP Sulteng, sakit di mana pun silahkan berobat cukup bawa KTP saja," tulis akun tersebut.

Ia juga menyoroti Berani Cerdas yang membantu mahasiswa melalui pembiayaan UKT.

Pengalaman serupa disampaikan akun lainnya. Warga yang mengaku telah merantau ke Sulawesi Tengah sejak 2001 itu mengatakan baru merasakan program pemerintah daerah yang dianggap menyentuh masyarakat secara langsung pada masa kepemimpinan Anwar Hafid.

"Saya orang Jawa & merantau ke Sulawesi Tengah dari tahun 2001....dari tahun ke tahun hanya gubernur skrg yang programnya sangat menyentuh rakyat kebanyakan," tulisnya.

Ia secara khusus menyebut Berani Cerdas dan Berani Sehat sebagai program yang dirasakan manfaatnya.

Berani Cerdas dan Berani Sehat

Sorotan warganet terhadap Berani Cerdas bukan tanpa dasar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sejak 2025 menjalankan program tersebut sebagai bagian dari visi pembangunan manusia dalam pemerintahan Anwar Hafid-Reny Lamadjido.

Pemprov Sulteng menyebut Berani Cerdas telah menjaring sekitar 30 ribu mahasiswa. Target pemerintah daerah adalah memperluas cakupan hingga seluruh mahasiswa asal Sulawesi Tengah yang jumlahnya diperkirakan sekitar 60 ribu orang.

Program tersebut juga mencakup mahasiswa pada jenjang pendidikan tinggi, dengan pendaftaran yang sebelumnya menunjukkan antusiasme tinggi. Pada April 2025, misalnya, jumlah pendaftar telah mencapai 27.719 orang hanya sekitar sepekan setelah program diluncurkan.

Perkembangan terbaru pada 2026 menunjukkan program itu masih menjadi prioritas Pemprov Sulteng. Dinas Pendidikan Sulteng menyebut bantuan pendidikan sebelumnya telah dibayarkan kepada sekitar 22 ribu mahasiswa, sementara pendaftar baru mencapai sekitar 30 ribu orang dan masih menjalani proses verifikasi.

Artinya, angka penerima maupun pendaftar yang beredar di media sosial perlu dibedakan antara penerima yang telah diverifikasi, penerima bantuan, dan total pendaftar.

Selain pendidikan, Berani Sehat menjadi program lain yang ramai dibicarakan warganet.

Program tersebut dirancang untuk memberikan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Sulteng yang mengalami persoalan jaminan kesehatan. Pemerintah daerah menggunakan skema pelayanan berbasis identitas kependudukan.

Pemprov Sulteng sebelumnya menjelaskan Berani Sehat diarahkan untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan, sementara layanan diberikan melalui fasilitas kesehatan yang memenuhi ketentuan program.

Pada Juli 2026, Wakil Gubernur Sulteng Reny Lamadjido menyebut jumlah pasien yang memanfaatkan Berani Sehat mencapai sekitar 181 ribu orang, dengan anggaran lebih dari Rp68 miliar.

Angka tersebut menjadi salah satu indikator mengapa program ini kemudian menarik perhatian di luar Sulawesi Tengah.

Berani Cerdas dan Berani Sehat juga disebut mulai dilirik pemerintah daerah lain.

Pada Juli 2026, Pemprov Sulteng menyatakan telah ada lima provinsi yang mempelajari program tersebut untuk kemungkinan diterapkan di daerah masing-masing.

Perhatian juga datang dari DPRD DKI Jakarta. Pada Mei 2026, rombongan DPRD DKI Jakarta melakukan kunjungan ke DPRD Sulteng untuk mempelajari regulasi yang berkaitan dengan Berani Sehat dan Berani Cerdas.

Dengan demikian, viralnya nama Anwar Hafid di kolom komentar Threads Arie Kriting bukan semata karena promosi dari akun tertentu. Ada program pemerintah daerah yang memang telah berjalan dan memiliki angka penerima serta pengguna layanan yang dapat ditelusuri.

Namun, apresiasi di media sosial tetap perlu ditempatkan secara proporsional. Kesaksian warganet merupakan pengalaman individual, sedangkan ukuran keberhasilan program pemerintah semestinya juga dilihat dari cakupan penerima, ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, keberlanjutan anggaran, serta dampaknya terhadap masyarakat.

Selain Anwar Hafid, kolom komentar Arie Kriting juga diisi nama sejumlah gubernur lain, termasuk Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Utas tersebut akhirnya berubah menjadi semacam etalase digital bagi warganet untuk membandingkan berbagai program kepala daerah di tengah tuntutan agar pemerintah daerah menunjukkan kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Sosok dan Profil Anwar Hafid

Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. adalah seorang birokrat dan politikus partai Demokrat.

Ia lahir di Morowali, Sulawesi Tengah, pada 14 Agustus 1969.

Anwar merupakan anak pasangan H. Abdul Hafid dan Hj. Misrah.

Dalam kehidupan pribadinya, Anwar telah menikah dengan Sry Nirwanti Bahasoan.

Mereka memiliki dua orang anak bernama Muhammad Fathur Razaq Anwar dan Astri Aulia.

Anwar Hafid mengenyam pendidikan di SDN Wosu, SMPN 1 Bungku, dan SMAN 1 Poso.

Kemudian, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang Diploma jurusan Ilmu Pemerintahan di APDN Makassar.

Pada 1994, Anwar berhasil meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan di Universitas Hasanuddin.

Ia juga menyandang gelar Magister di Universitas Muslim Indonesia pada 2011.

Tak sampai di situ, Anwar juga menyelesaikan pendidikan jenjang S3 di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada 2023.

Ia memulai kariernya sebagai Kepala Desa Rantebala, Kabupaten Luwu (1992-1997).

Pada 1998, Anwar menjadi Sekretaris Camat Mangkutana, Kabupaten Luwu.

Karier Anwar Hafid semakin cemerlang.

Anwar tercatat pernah menjadi Camat di dua kecamatan, yakni Kecamatan Towuti, Kab. Luwu Utara dan Nuha, Kab. Luwu Timur.

Pada 2006, pria berusia 55 tahun itu menduduki posisi sebagai Kabag Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur.

Sukses berkarier di dunia birokrat, Anwar Hafid kemudian melebarkan sayapnya ke dunia politik.

Ia sempat menjabat sebagai Bupati Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, selama dua periode, yakni 2007-2012 dan 2013-2018.

Anwar juga pernah menjadi Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Demokrat periode 2019-2024.

Ia berhasil melenggang ke Senayan dengan perolehan 57.437 suara.

Pada Pilkada 2024, Anwar Hafid terpilih sebagai Gubernur Sulawesi Tengah.

Ia didampingi oleh dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., sebagai Wakil Gubernur.

Selain itu, Anwar Hafid diketahui aktif dalam berorganisasi.

Karier

  • Kepala Desa Rantebala, Kab. Luwu (1992-1997)
  • Sekretaris Camat Mangkutana, Kab. Luwu (1998-1999)
  • Kasubag Pemerintahan di Luwu (1999-2000)
  • Camat Kec. Towuti, Kab. Luwu Utara (2000-2003)
  • Camat Kec. Nuha, Kab. Luwu Timur (2003-2005)
  • Kabag Pemerintahan Kab. Luwu Timur (2005-2006)
  • Asisten I Kab. Luwu Timur (2006-2007)
  • Bupati Kab. Morowali - Sulawesi Tengah (2007-2012)
  • Bupati Kab. Morowali-Sulawesi Tengah (2013-2018)
  • Anggota DPR/MPR RI (2019-2024)

Organisasi

  • Ketua Komda Alkhairaat Morowali (2008-Sekarang)
  • Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah (2011-sekarang)
  • Ketua Masyarakat Cinta Masjid (MCMI) Sulteng (2022-sekarang)

(Tribunnews.com/ Chrysnha, Falza)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.