TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Sekitar 600 pedagang kaki lima (PKL) yang menjajakan di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur mulai direlokasi, Selasa (1/9/2026) malam.
Tercatat 331 pedagang ayam dam sayur mayur direlokasi ke Pasar Kramat Jati, 193 pedagang ikan ke Lokbin Kramat Jati, 45 pedagang kue ke Lokbin Cililitan, dan 45 lainnya direlokasi ke sejumlah pasar.
"Pembenahan ini terus terang tidak gampang, karena sudah berlangsung lebih dari 50 tahun sejak awal tahun 70-an," kata Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Selasa (1/9/2026).
Relokasi dilakukan dengan pendekatan humanis melalui koordinator pedagang di Kramat Jati, dan memberikan tempat kepada para pedagang agar dapat menjalankan usahanya.
Sehingga para PKL yang sebelumnya sudah puluhan tahun berdagang di sepanjang ruas Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, kini tidak lagi menggelar lapaknya di bahu jalan dan trotoar.
"Tentunya (proses penataan PKL) ini tidak akan berhasil tanpa dukungan sepenuhnya dari para pedagang dan juga para tokoh masyarakat yang mengoordinasikan," ujar Pramono.
Dalam relokasi ini Pemprov DKI Jakarta memberikan keringanan biaya retribusi pagi ratusan pedagang, yakni selama enam bulan awal mereka tidak dibebankan membayar sewa kios.
Setelah enam bulan pasca penataan, barulah 193 PKL Ikan yang direlokasi ke Lokbin Kramat Jati harus membayar retribusi dengan besaran Rp180 ribu per bulannya.
Diharapkan dengan relokasi dan penataan yang dilakukan para pedagang dapat berdagang di tempat lebih baik, dan arus lalu lintas di kawasan Kramat Jati dapat lebih tertib.
"Kami berharap bahwa kawasan Kramat Jati ini bisa ditata menjadi lebih baik, lebih rapi, karena memang tempat Kramat Jati ini adalah pasar subuh, pasar pagi hari," tutur Pramono.
Pantauan di Lokbin Kramat Jati pada Selasa malam, sejumlah pedagang ikan kini sudah menggelar lapak dagangannya pada kios yang sudah ditetapkan Dinas PPKUKM DKI Jakarta.
Pedagang ikan, Alvin menuturkan pada tahap awal relokasi berharap Pemprov DKI dapat mensosialisasikan relokasi ke masyarakat agar mereka tidak kehilangan pembeli.
"Mudah-mudahan warga juga tahu kalau kita sudah masuk dalam (Lokbin). Harapannya ramailah begitu. Ya makasih sudah dikasih tempat. Kitanya jadi enak, direlokasi," tutur Alvin.
Baca juga: Relokasi 193 PKL Ikan Kramat Jati, Pemkot Jaktim Gratiskan Retribusi 6 Bulan
Baca juga: Tak Lagi Berjualan di Bahu Jalan, 193 PKL Ikan Kramat Jati Dipindah Pekan Ini
Baca juga: Pasca Tragedi Pelajar Tewas, 193 PKL Ikan Kramat Jati Direlokasi ke Lokbin