TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM — Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus membayangi wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di tengah paparan cuaca panas dan kekeringan ekstrem.
Dalam kondisi tertentu, eskalasi titik api bahkan mampu memicu beberapa kali insiden kebakaran dalam kurun waktu satu hari.
Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menegaskan bahwa penanganan karhutla sejauh ini mengandalkan sinergi kuat struktur "tiga pilar" bersama jajaran instansi terkait.
Langkah kesiapsiagaan dan penanganan terpadu terus dipacu untuk membendung rembetan api agar tidak meluas.
“Alhamdulillah, berkat kolaborasi tiga pilar yang solid, penanganan karhutla di Penajam Paser Utara sampai saat ini masih terkendali dengan baik,” ujar Mudyat Noor kepada TribunKaltim.co, Selasa (1/9/2026).
Baca juga: Kebakaran Hutan di Kampung Mendung Kutai Barat Hanguskan 30 Hektare Lahan Kering
Meskipun situasi masih dapat dikendalikan, maraknya frekuensi kejadian dalam kurun waktu singkat menjadi alarm kewaspadaan bagi pemerintah daerah.
Mantan anggota DPRD Kaltim tersebut membeberkan, tim gabungan di lapangan pernah menangani hingga tujuh insiden kebakaran berbeda dalam satu hari.
Selain faktor anomali cuaca dan kondisi vegetasi yang mengering, aktivitas manusia diidentifikasi sebagai pemicu utama maraknya karhutla.
Praktik pembukaan lahan secara konvensional dengan cara dibakar masih menjadi kebiasaan berisiko tinggi saat musim kemarau.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara pun mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat dan pelaku usaha menghentikan metode pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.
Kondisi tanah dan semak yang mengering drastis membuat kobaran api sangat mudah menjalar secara presipitasi.
Karena itu, kesiapan personel serta sistem respons cepat (quick response) menjadi kunci vital dalam memadamkan titik api sebelum berdampak sistemik.
“Kekompakan dalam eksekusi di lapangan serta kolaborasi yang kuat adalah kunci utama untuk mencegah sekaligus menanggulangi setiap insiden kebakaran,” tegas Mudyat.
Selama periode kemarau berlangsung, Pemkab Penajam Paser Utara bersama aparat TNI, Polri, dan relawan tetap mempertahankan status kesiapsiagaan penuh guna mengamankan wilayah kawasan penyangga ini dari bahaya kebakaran berulang.
(TribunKaltim.co/Nita Rahayu)