Laporan Wartawan TribunGayo.com Bustami | Bener Meriah
TRIBUNGAYO.COM, REDELONG - Selain menangani ratusan perkara perceraian, Mahkamah Syariah (MS) Simpang Tiga Redelong mencatat sebanyak 28 permohonan dispensasi kawin yang masuk sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026 di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
Permohonan ini diajukan oleh pasangan di bawah umur yang belum memenuhi batas usia minimal pernikahan sesuai ketentuan undang-undang.
Humas Mahkamah Syariah Bener Meriah, Tiya Ulfa, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah faktor mendesak yang melatarbelakangi tingginya pengajuan dispensasi perkawinan anak di wilayah tersebut.
"Faktor utama yang melatarbelakangi pengajuan dispensasi kawin ini antara lain untuk menghindari zina, mengantisipasi dampak pergaulan bebas, serta adanya kondisi di mana pihak perempuan sudah hamil terlebih dahulu," ungkap Tiya Ulfa, Selasa (1/9/2026).
Fenomena permohonan dispensasi nikah ini menjadi perhatian tersendiri di tengah penurunan angka perceraian di Kabupaten Bener Meriah.
Pada periode Januari hingga Agustus 2026, Mahkamah Syariah Simpang Tiga Redelong menangani 209 perkara perceraian.
Angka ini turun dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 304 perkara.
Tiya Ulfa menambahkan, dari total 209 kasus perceraian yang masuk hingga Agustus 2026, cerai gugat menjadi perkara yang paling mendominasi.
"Perkara cerai gugat atau yang diajukan oleh pihak istri mencatatkan angka tertinggi, yaitu 150 kasus.
Sementara itu, cerai talak yang diajukan pihak suami tercatat sebanyak 59 kasus," jelas Tiya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan berbagai faktor yang memicu keretakan rumah tangga di Kabupaten Bener Meriah.
Beberapa diantaranya adalah masalah ekonomi, perjudian, salah satu pihak meninggalkan pasangan, hukuman penjara, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
"Meski demikian, penyebab paling dominan terjadinya perceraian di wilayah Bener Meriah adalah perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus antar-pasangan suami istri," pungkasnya. (*)
Baca juga: Angka Perceraian di Bener Meriah Didominasi Masalah KDRT dan Perselisihan
Baca juga: Lawan Bullying, KOHATI HMI Takengon-Bener Meriah Gelar Diskusi Bersama Enam Sekolah
Baca juga: Harga Cabai Merah di Bener Meriah Meroket, Tembus Rp 60 Ribu per Kilogram