Ambulans Hendak Jemput Pasien Terkendala Barcode, Relawan Datangi SPBU Kadilangu Sukoharjo Jateng
Erik S September 02, 2026 05:18 AM

TRIBUNNEWS.COM, SUKOHARJO - Persoalan pelayanan terhadap ambulans di SPBU Kadilangu, Desa Kadilangu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Pengawas SPBU Kadilangu, Udin, membenarkan adanya persoalan pelayanan yang membuat sejumlah relawan ambulans mendatangi SPBU tersebut pada Senin (1/9/2026).

Kedatangan para relawan itu dilakukan untuk meminta penjelasan terkait pelayanan terhadap salah satu ambulans yang sebelumnya menjadi persoalan.

Udin mengatakan, pihak SPBU telah melakukan mediasi dengan pihak terkait hingga permasalahan tersebut disepakati selesai secara kekeluargaan.

Pihak SPBU juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pertamina.

"Sudah selesai. Kita sepakati pelayanan, kalau ada perbedaan selama plat dan barcodenya sama untuk dilayani. Karena untuk ambulans kan ada perlakuan khusus," kata Udin, Selasa (1/9/2026).

Udin mengakui adanya persoalan dalam pelayanan terhadap ambulans tersebut.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak ambulans dan para relawan atas kejadian yang sempat menimbulkan kesalahpahaman.

Menurutnya, persoalan tersebut kemungkinan terjadi karena operator SPBU belum memahami secara utuh ketentuan pelayanan khusus bagi ambulans.

Baca juga: Sopir Ambulans Bawa Golok Saat Demo Mahasiswa, Polisi Diminta Pakai Pendekatan Proporsional

"Saya mohon maaf untuk pelayanan, mungkin operator kurang paham. Untuk ke depan insyaallah hal-hal seperti ini tidak akan terjadi lagi, karena ambulans kan untuk kebutuhan kita bersama, untuk kemanusiaan juga," ujarnya.

Pastikan Kejadian Serupa Tak Terulang

Udin memastikan pihak SPBU akan memperbaiki pelayanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Terlebih, ambulans memiliki fungsi penting dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, terutama ketika membawa atau menjemput pasien dalam kondisi darurat.

Ia menjelaskan, kendaraan yang digunakan untuk kepentingan kemanusiaan akan mendapatkan perlakuan khusus apabila berada dalam situasi mendesak.

Tak hanya ambulans, kendaraan lain yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat juga akan mendapat perhatian ketika membutuhkan BBM dalam kondisi darurat.

"Sudah diatur juga jika ambulans, mobil sampah, mobil pemadam kebakaran kalau urgent sekali tetap kita bantu," pungkasnya..

Persoalan Barcode

Persoalan pengisian Pertalite ambulans relawan Sedekah Bareng (Saber) di SPBU Kadilangu, Kecamatan Baki, Sukoharjo, semakin rumit setelah barcode kendaraan tersebut terlanjur dipindai.

Baca juga: TNI AD Kirim Kapal ADRI 92 Angkut 32 Ton Beras hingga Ambulans Untuk Bantu Korban Gempa di NTT

Ketua relawan Saber, Wirawan, mengatakan kondisi itu membuat ambulans tidak bisa langsung mengisi BBM di SPBU lain. Ambulans harus menunggu sekitar dua jam sebelum barcode dapat kembali digunakan.

Masalah tersebut terjadi ketika ambulans Saber hendak mengisi Pertalite di SPBU Kadilangu pada Senin (31/8/2026).

Saat itu, ambulans tengah menjalankan tugas menjemput pasien emergency dari wilayah Gawok, Sukoharjo, menuju RS Moewardi Solo. Namun, persediaan BBM yang menipis membuat sopir harus berhenti di SPBU untuk mengisi bahan bakar.

Ketika proses pengisian hendak dilakukan, petugas SPBU melihat foto kendaraan pada barcode tidak sesuai dengan kondisi ambulans.

Wirawan menjelaskan barcode tersebut dibuat sejak 2022. Pada saat itu ambulans masih menggunakan branding lama.

"Memang barcode itu dibuat pertama tahun 2022, dengan foto ambulansku zaman itu dengan branding orange garis-garis. Setelah beberapa tahun, sudah berubah branding, dan sekarang dipermasalahkan karena tidak sesuai dengan foto," kata Wirawan saat dihubungi, Selasa (1/9/2026).

Petugas kemudian meminta data kendaraan diperbarui. Namun, proses tersebut tidak bisa dilakukan seketika karena akun lama harus dihapus dan ambulans perlu melakukan pendaftaran ulang.

"Kalau proses tersebut akan memakan waktu sekitar seminggu, sehingga sopir ambulannya keberatan karena harus segera menjemput pasien," ujarnya.

Baca juga: Fakta Baru Terbongkarnya Markas Judi Kasino di Sukoharjo, Pemilik WNI Masih Buron

Kondisi semakin sulit karena barcode yang digunakan sudah terlanjur dipindai. Menurut Wirawan, hal itu membuat ambulans harus menunggu sekitar dua jam apabila ingin mengisi Pertalite di SPBU lain.

Waktu tunggu tersebut menjadi persoalan karena ambulans sedang dibutuhkan untuk menjemput pasien.

"Karena ambulannya tidak ada bensin yang cukup, pasien yang sedianya akan dijemput dialihkan menggunakan ambulans lain yang lebih siap," jelasnya.

Sejumlah relawan ambulans kemudian mendatangi SPBU Kadilangu sekitar pukul 13.30 WIB untuk meminta klarifikasi terkait persoalan tersebut.

Wirawan menyebut masalah itu akhirnya tidak berlanjut menjadi konflik. Kedua pihak menyelesaikannya secara kekeluargaan dan pihak SPBU menyampaikan permohonan maaf.

Ke depan, pihak SPBU juga menyatakan komitmennya untuk memberikan pelayanan serta prioritas bagi ambulans yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan.

 

dan

Drama Barcode di SPBU Kadilangu Sukoharjo, Ambulans Harus Tunggu 2 Jam untuk Isi BBM di SPBU Lain

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.