TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Misteri hilangnya, Mursal (57) warga Dusun Sumbermas Baru, Desa Mas Bangun, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara masih menjadi tanda tanya.
Terbaru, tim SAR resmi menghentikan pencarian pada Selasa 1 September 2026 setelah selama tujuh hari tanpa hasil.
Mursal sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di perairan Guntung Karawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, pada Rabu 26 Agustus 2026 dini hari.
Ia diduga diterkam buaya saat tertidur di bagian haluan perahu bermesin yang digunakan bersama rekannya, Samsudin (52).
Danpos SAR Kayong Utara, Akhyar mengatakan pencarian telah dilakukan selama tujuh hari namun korban belum ditemukan.
"Korban belum ditemukan. Oprasi SAR setelah tujuh hari di hentikan," ujar Akhyar saat di konfirmasi, Selasa 1 September 2026.
• 7 Hari Dicari, Mursal yang Hilang Saat Memancing di Kubu Raya Belum Ditemukan
Akhyar menegaskan operasi SAR tidak ditutup, tetapi dihentikan.
Apabila nantinya terdapat informasi atau tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR akan kembali dibuka.
"Operasi SAR tidak kita tutup, tetapi kita hentikan. Apabila terdapat informasi atau tanda-tanda keberadaan korban maka pelaksanaan Oprasi SAR akan dibuka kembali," jelasnya.
Sebagai informasi, Sungai Guntung Kerawang berada di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya.
Perairan ini berjarak kurang lebih 50 kilometer dari pusat Kota Pontianak.
Jika ditempuh melalui jalur darat, perjalanan biasanya memakan waktu sekitar 1–1,5 jam dengan kendaraan pribadi, melewati rute utama Jalan Ahmad Yani dan Jalan Adisucipto menuju Rasau Jaya.
Jarak lurus atau garis udara dari Pontianak ke Sungai Kerawang sekitar 39 kilometer, sehingga akses ke lokasi ini relatif dekat namun tetap membutuhkan waktu karena kondisi jalan kabupaten.
Sebelumnya, Akhyar mengungkap kejadian ini bermula saat Mursal dan Samsudin berangkat dari Desa Mas Bangun menuju perairan Guntung Karawang pada Selasa 25 Agustus 2026 sekitar pukul 15.00 WIB untuk memancing.
Menjelang subuh, Samsudin masih memancing di bagian buritan.
Sedangkan Mursal tertidur di bagian haluan.
Situasi berubah ketika perahu yang mereka tumpangi tiba-tiba bergoyang kuat.
Samsudin kemudian melihat ke arah haluan dan mendapati Mursal sudah tidak berada di tempatnya.
"Saksi terkejut dan langsung melihat ke arah haluan perahu. Korban sudah tidak ada di posisinya, dan saksi hanya sempat melihat kain sarung milik korban tenggelam dengan cepat ke dalam air," ujar Akhyar saat dikonfirmasi, Rabu 26 Agustus 2026.
• Mursal Warga Kayong Utara Hilang Diduga Diterkam Buaya di Guntung Kerawang, Tim SAR Terus Menyisir
Samsudin kemudian berusaha menyisir sekitar lokasi menggunakan perahunya.
Namun, ia tidak menemukan keberadaan Mursal maupun tanda-tanda lainnya.
Perairan Guntung Karawang diketahui merupakan kawasan yang menjadi habitat buaya muara.
Samsudin menduga Mursal disambar buaya saat sedang tertidur.
Samsudin kemudian kembali ke Desa Mas Bangun dan tiba sekitar pukul 06.30 WIB untuk melaporkan kejadian tersebut kepada warga dan pihak berwajib.
Akhyar menjabat sebagai Kepala Pos (Danpos) SAR Kayong Utara.
Ia aktif memimpin operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah perairan Karimata, Kalbar.
Namanya mencuat dalam insiden tenggelamnya Tugboat Rimba Megah XV pada 20 Agustus 2026, di mana ia memimpin langsung koordinasi pencarian kru kapal.
Meski begitu profil lengkap Akhyar hingga kini masih belum diketahui.
(*)