LPS Perkuat Kepercayaan Masyarakat Lewat Edukasi Keuangan di Manokwari
Roifah Dzatu Azmah September 02, 2026 10:44 AM

Laporan Jurnalis TribunPapuaBarat.com, Frans Tiwan

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Papua Barat.

Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian kegiatan edukasi dan sosialisasi yang digelar di Manokwari selama empat hari, 26 hingga 29 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya LPS meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan dan program penjaminan simpanan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap industri perbankan.

Beragam kegiatan digelar, mulai dari LPS Media Meet Up Papua Barat 2026, sosialisasi kepada insan perbankan, talkshow di radio lokal, LPS FINLAB di Universitas Papua, hingga LPS Safe Run 2026.

Baca juga: Perdagangan Pala Fakfak Agustus 2026 Capai Rp8,7 Miliar, Retribusi Rp49 Juta

Rangkaian kegiatan diawali dengan LPS Media Meet Up Papua Barat 2026 di Manokwari, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi LPS KPW3 Sulampua memperkuat sinergi dengan media dalam menyebarluaskan informasi mengenai fungsi dan peran LPS kepada masyarakat.

Selain membahas program penjaminan simpanan, kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi berbagi inspirasi bersama pelaku UMKM lokal.

Peserta mendapat edukasi mengenai pentingnya keberanian memulai usaha, disiplin dalam pencatatan keuangan hingga pemanfaatan digitalisasi untuk memperluas pasar.

Upaya tersebut dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Dalam sosialisasi kepada insan perbankan di Papua Barat, LPS juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan.

LPS KPW3 Sulampua menyebutkan sebanyak 99,97 persen rekening nasabah di Papua Barat telah dijamin penuh oleh LPS.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan cakupan penjaminan secara nasional yang mencapai 99,95 persen.

Baca juga: Kepala LPS III Sulampua Minta Warga Manokwari Tak Ragu Menabung di Bank

Selain itu, berdasarkan hasil penilaian mandiri, tingkat kepatuhan perbankan dalam menempatkan bukti kepesertaan dan menyampaikan informasi penjaminan kepada masyarakat disebut telah mencapai 100 persen.

LPS mengajak seluruh perbankan di Papua Barat mempertahankan kepatuhan tersebut sekaligus aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.

Langkah ini dinilai penting agar nasabah memahami hak dan kewajibannya serta meningkatkan kepercayaan terhadap sistem perbankan.

Literasi keuangan juga diperluas melalui sejumlah talkshow di radio lokal Manokwari.

Melalui program tersebut, LPS menyampaikan informasi mengenai penjaminan simpanan sekaligus mengajak masyarakat membangun kebiasaan menabung di bank.

Masyarakat juga diingatkan agar lebih bijak dalam mengelola keuangan dan tidak mudah tergiur berbagai modus penipuan maupun tawaran investasi ilegal.

Edukasi melalui radio dinilai menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dengan informasi yang mudah dipahami.

Sementara itu, kalangan mahasiswa mendapat edukasi melalui Forum Inklusi dan Literasi Keuangan (LPS FINLAB) 2026 yang digelar di Universitas Papua, Jumat (28/8/2026).

Mengusung tema “Kelola Uang, Ciptakan Peluang”, kegiatan tersebut mendorong mahasiswa dari berbagai bidang studi agar memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan.

Mahasiswa tidak hanya diajak memahami pentingnya menabung secara aman di bank, tetapi juga menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara aman dan bertanggung jawab.

Mereka juga diingatkan untuk tidak mudah tergiur pinjaman online, investasi maupun berbagai tawaran keuangan yang tidak jelas legalitasnya.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa diperkenalkan dengan kanal resmi seperti Satgas PASTI dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang dapat dimanfaatkan untuk melaporkan aktivitas keuangan ilegal atau penipuan.

Baca juga: LPS Kumpulkan 14 Bank di Manokwari Papua Barat, Fuad: Kami Datang Tak Selalu Ada Krisis 

Selain edukasi keuangan, mahasiswa juga mendapat motivasi dari pemilik usaha C'ozy Corner untuk melihat potensi daerah sebagai peluang membangun usaha.

Pengalaman kembali ke daerah setelah menempuh pendidikan bidang hospitality di luar negeri menjadi salah satu contoh bahwa peluang usaha dapat dikembangkan dari potensi lokal.

Peserta juga diajak memahami pentingnya memisahkan omzet, keuntungan, dan uang pribadi dalam menjalankan usaha.

Rangkaian kegiatan LPS di Manokwari kemudian ditutup dengan LPS Safe Run 2026 di kawasan Bandara Rendani, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang menggandeng komunitas lari dan masyarakat umum tersebut diikuti 352 peserta.

Selain olahraga bersama, peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta mengikuti berbagai permainan interaktif.

Di sela kegiatan, LPS kembali menyampaikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan keuangan, termasuk memastikan dana masyarakat aman dan terlindungi melalui sistem penjaminan LPS.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, LPS berharap masyarakat Papua Barat semakin memahami pentingnya menyimpan dana di bank, mengetahui hak dan kewajiban sebagai nasabah, serta memahami mekanisme penjaminan simpanan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.