Trauma Warga Belum Sepenuhnya Pulih, Idin Pilih Langsung Mengungsi setelah Gunung Sinabung Erupsi
Tiara Shelavie September 02, 2026 11:19 AM

TRIBUNNEWS.COM - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami erupsi, pada Senin (31/8/2026).

Erupsi yang terjadi sekira pukul 12.00 WIB tersebut menghasilkan kolom erupsi sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.

Warga dari Desa Kuta Tengah yang berada di Tenggara pusat erupsi pun langsung mengungsi, salah satunya warga bernama Idin dan istrinya.

Idin menceritakan bahwa trauma erupsi Gunung Sinabung pada 2013 lalu masih belum sepenuhnya pulih.

Pada Senin kemarin, jantungnya berdegup kencang saat melihat Gunung Sinabung mengeluarkan abu vulkanik.

Senin siang itu, saat ia sedang menggembala kambing-kambingnya, Idin mendengar suara dentuman keras dari arah gunung.

"Kemarin pukul 10.44 itu, Gunung Sinabung mengeluarkan abu vulkanik lagi, saya saat itu, lagi ngangon (menggembala) kambing-kambing saya,"

"Saya dengar suara dentuman, lihat arah gunung, langsung jantung saya berdebar, ingat kejadian tahun 2013 lalu bergegas menuju ke rumah sambil  menangis ingat istri dan anak," ceritanya kepada Tribun Medan, Selasa (1/9/2026).

Dengan panik, ia langsung lari menuju rumah untuk menjemput keluarganya.

"Waktu kejadian aku panik terkejut, jadi larilah aku, jantungku jadi sakit. Trauma kejadian beberapa tahun lalu terungkap kembali," ucapnya.

Idin merasa sedikit beruntung karena erupsi kali ini terjadi pada Siang hari dan langsung ada imbauan untuk mengungsi.

Baca juga: Update Erupsi Gunung Sinabung: Status Naik Jadi Level III, 615 Warga Mengungsi

Pada 2013 lalu, lanjut Idin, erupsi terjadi pada malam hari dan para warga berlarian menyelamatkan diri.

"Dulu malam hari, kami lari-lari. Makanya mumpung disuruh mengungsi, makanya kami mengungsi saja. Daripada malam hari  kita kebingungan,"

"Serahkan sajalah sama Allah SWT. yang penting anakku dan istriku masih diberi keselamatan dan kesehatan," jelasnya.

Meski begitu, hingga Selasa siang jantungnya masih berdegup kencang karena traumanya pada erupsi 2013 masih belum sepenuhnya pulih.

WARGA MENGUNGSI - Seorang warga Desa Kuta Tengah Kabupaten Karo, Idin saat diwawancarai Tribun Medan, Selasa (1/9/2026). Ia memilih tetap pergi ke pengungsian demi keselamatan keluarganya.

"Sekarang jantung saya masih berdegup kayak gak nyaman gitu, iya (trauma kejadian beberapa waktu lalu),"

"Kalau ada mengungsi gini,  makanya kami cepat-cepatlah. Karena kalau tiba-tiba, jantung tangan itu semua gemetar," lanjutnya.

Ia menuturkan, jarak rumahnya ke Gunung Sinabung hanya lima kilometer saja.

Meski abu vulkanik hanya sampai di halaman rumahnya, ia tetap memilih untuk mengungsi saja.

"5 KM lah dari rumah, abu itu hanya di teras halaman rumah lebih tebal di Kota Berastagi. Meski begitu, kami lebih memilih tinggalkan rumah untuk keselamatan keluarga," jelasnya.

Ratusan Warga Mengungsi

Hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik sehingga tingkat aktivitas Gunung Sinabung dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), terhitung sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.

Peningkatan aktivitas Gunung Sinabung ini berdampak pada masyarakat yang tinggal di sekitaran gunung api karena erupsi tersebut merupakan erupsi awal dan masih terdapat kemungkinan terjadinya peningkatan aktivitas.

Warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, saat ini telah mengungsi ke Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

Dari data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diterima Tribunnews.com, sebanyak sekitar 211 keluarga atau 615 jiwa warga Desa Kuta Tengah berada di lokasi pengungsian.

Baca juga: TNI-Polri Kerahkan Ratusan Personel Tangani Erupsi Gunung Sinabung, Kini Berstatus Siaga

Desa Kuta Tengah sendiri berada di Tenggara puncak Gunung Sinabung.

Dari erupsi ini, masyarakat dan pengunjung tidak diperbolehkan melakukan aktivitas di desa-desa dengan radius 3-6 kilometer dari arah puncak Gunung Sinabung.

"Masyarakat dan pengunjung tidak diperkenankan melakukan aktivitas pada desa-desa yang telah direlokasi, radius radial 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral hingga 6 kilometer ke arah selatan-timur," ujar Berton SP Panjaitan, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

"BNPB juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Sinabung tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas gunung api," tambahnya.

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto)(Tribun-Medan.com, Anisa Rahmadani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.