Liputan6.com, Jakarta - Apple resmi menghentikan dukungan servis perangkat keras untuk tiga model MacBook yang ditenagai prosesor Intel dari 2017 hingga 2018.
Dilansir Apple Insider, Rabu (2/9/2026), salah satunya merupakan MacBook Pro 13 inci 2017 versi dengan 2 port Thunderbolt 3. OS terakhir MacBook ini berada di macOS Ventura yang dirilis pada 2022.
Kemudian ada MacBook Air Retina keluaran 2018 dengan sistem operasi terakhir macOS Sonoma. Saat ini, OS tersebut sudah tertinggal dua versi macOS.
Terakhir, MacBook Pro 13 inci 2018 dengan empat port Thunderbolt 3 sudah dimasukkan ke dalam daftar perangkat lawas Apple. Sistem operasi terakhir dari perangkat ini adalah macOS Sequoia, satu versi di bawah macOS Tahoe.
Apple mengkategorikan perangkat lawas ketika telah berhenti diproduksi untuk dijual lebih dari lima tahun lalu, namun kurang dari tujuh tahun.
Setelah perangkat tidak lagi dijual dalam keadaan baru lebih dari tujuh tahun, akan dimasukkan ke daftar perangkat lawas.
Perusahaan menyediakan layanan dan suku cadang untuk produk lawas hingga jangka waktu tujuh tahun, selama suku cadang pengganti masih tersedia.
Bagi pengguna yang memiliki perangkat berstatus lawas dan ingin melakukan perbaikan, kini harus mengandalkan tempat servis pihak ketiga. Meskipun biaya perbaikan mungkin tidak sepadan pada 2026.
Di sisi lain, Apple disebut tengah menguji coba penggunaan chip memori buatan produsen asal China, ChangXin Memory Technologies (CXMT), untuk lini produk utamanya seperti iPhone dan MacBook.
Langkah raksasa teknologi asal Cupertino, Amerika Serikat (AS) ini terungkap melalui laporan The Wall Street Journal (WSJ), memperlihatkan upaya Apple memperluas rantai pasok chip memori di tengah lonjakan harga komponen global.
Langkah ini sebenarnya bukan hal baru di industri PC. Produsen laptop global seperti HP dan Acer telah lebih dulu menggunakan chip memori CXMT pada perangkat yang dipasarkan di luar AS.
Sementara itu, Apple baru melakukan pembicaraan tahap awal dengan CXMT untuk memasok komponen perangkat yang dijual khusus di pasar Tiongkok.
Kendati demikian, sebagaimana dikutip dari MacRumors, Selasa (11/8/2026), Apple dikabarkan masih menunggu "lampu hijau" dari Gedung Putih sebelum melangkah lebih jauh.
Sebelumnya, laporan Financial Times bulan lalu sempat mengungkapkan bahwa Apple mulai menguji kualifikasi Dynamic Random-Access Memory (DRAM) buatan CXMT.
Namun, laporan terbaru WSJ menjadi yang pertama mengonfirmasi bahwa pengujian tersebut sudah masuk ke lini produk spesifik seperti iPhone dan MacBook.