TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) mengajak generasi muda menjadi pelopor keselamatan ketenagalistrikan, melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Keamanan dan Keselamatan Ketenagalistrikan bertajuk “Bijak Pakai Listrik, Keselamatan untuk Semua” di SMA IT Istiqamah Balikpapan, Kamis (28/8/2026).
Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai cara menggunakan listrik secara aman, bijak, efisien, dan bertanggung jawab.
Edukasi juga mencakup pengenalan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan tenaga listrik secara tertib dan sesuai dengan ketentuan.
Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan dan kuis.
Baca juga: Daftar Daerah Mati Lampu Balikpapan Hari Ini Rabu 2 September 2026, Jadwal Pemadaman Listrik PLN
Para siswa diajak memahami perjalanan listrik mulai dari pembangkit hingga sampai ke pelanggan, mengenali potensi bahaya kelistrikan, serta mengetahui langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga keselamatan saat menggunakan listrik dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SMA IT Istiqamah Balikpapan, Indriani, S.Pd., menyambut baik kegiatan edukasi yang diberikan PLN kepada para siswa.
Menurutnya, pemahaman mengenai keselamatan listrik penting diberikan sejak dini, terlebih listrik telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, para siswa mendapatkan wawasan yang sangat bermanfaat mengenai keamanan dan keselamatan ketenagalistrikan. Kami berharap pengetahuan tersebut tidak hanya menjadi tambahan ilmu, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dibagikan kepada keluarga, teman, dan lingkungan sekitar,” ujar Indriani.
Antusiasme juga terlihat dari para siswa yang mengikuti kegiatan. Salah satunya Amira, siswa SMA IT Istiqamah Balikpapan, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai kelistrikan dan pentingnya menggunakan listrik secara aman.
“Saya jadi mengetahui bagaimana listrik disalurkan hingga sampai ke rumah, cara menggunakan listrik dengan aman, serta bagaimana kita bisa lebih bijak menggunakan energi. Materinya juga disampaikan secara interaktif sehingga lebih mudah dipahami,” ungkap Amira.
Menurutnya, edukasi tersebut memberikan dorongan untuk menerapkan kebiasaan sederhana dalam penggunaan listrik.
“Saya ingin mulai dari diri sendiri, seperti mematikan lampu saat tidak digunakan, menggunakan peralatan elektronik sesuai kebutuhan, dan mengatur penggunaan AC secara lebih efisien. Pengetahuan ini juga ingin saya bagikan kepada teman dan keluarga agar semakin banyak yang peduli terhadap keselamatan listrik,” tambahnya.
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan edukasi kepada generasi muda merupakan bagian penting dalam membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan di tengah masyarakat.
“Keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, PLN tidak hanya berfokus pada keandalan penyediaan listrik, tetapi juga terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan listrik yang aman dan bertanggung jawab. Kami ingin generasi muda menjadi bagian dari upaya tersebut dan turut menyebarkan pemahaman yang benar di lingkungan sekitarnya,” ujar Chaliq.
Chaliq menambahkan, kebiasaan sederhana dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dalam menggunakan listrik.
“Mulai dari menggunakan peralatan listrik sesuai standar, tidak melakukan perubahan atau perbaikan instalasi listrik secara sembarangan, hingga menggunakan listrik sesuai kebutuhan. Kebiasaan-kebiasaan tersebut penting untuk terus ditanamkan sejak dini,” jelasnya.
Baca juga: Wilayah Terdampak Mati Lampu Paser Hari Ini 1 September 2026, PLN Imbau Warga Hemat Listrik
Melalui edukasi “Bijak Pakai Listrik, Keselamatan untuk Semua”, PLN UID Kaltimra terus mendorong tumbuhnya kesadaran keselamatan ketenagalistrikan di masyarakat.
Dengan melibatkan generasi muda, PLN berharap pesan keselamatan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi turut diterapkan dan diteruskan dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan sekitar. (*)