Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Selebgram Leonakanza memberikan respons setelah manajemen Kirana Clinic Curup mengambil langkah menonaktifkan dokter MI terkait persoalan percakapan melalui direct message (DM) Instagram yang sebelumnya viral di media sosial.
Leonakanza mengapresiasi sikap Kirana Clinic yang dinilainya tegas dan profesional dalam menindaklanjuti persoalan tersebut.
Respons itu disampaikan Leonakanza melalui Instagram Story setelah Kirana Clinic memberikan klarifikasi dan menyampaikan keputusan terkait penugasan dokter tersebut.
Dalam unggahannya, Leonakanza menyampaikan terima kasih kepada pihak Kirana Clinic atas langkah yang telah diambil terhadap dr. Muhammad Iqbal.
"Terima kasih dan apresiasi yang sebesar besarnya kepada pihak @kiranacliniccurup atas sikap tegas, profesional, dan bijaksana dalam menindaklanjuti kejadian ini serta memberikan sanksi kepada dr.MI Sp.OG," tulis Leonakanza.
Leonakanza juga menyampaikan permohonan maaf apabila persoalan tersebut pada akhirnya memberikan dampak maupun kerugian kepada pihak Kirana Clinic.
"Saya turut menyampaikan permohonan maaf apabila kejadian yang dilakukan oleh dr.MI Sp.OG pada akhirnya menimbulkan dampak maupun kerugian bagi pihak @kiranacliniccurup karena yang bersangkutan merupakan bagian dari klinik," tulisnya.
Meski mengapresiasi langkah Kirana Clinic, Leonakanza menyebut hingga saat ini belum mendapatkan klarifikasi maupun komunikasi langsung dari dokter yang bersangkutan terkait persoalan tersebut.
"Sebagai catatan, hingga saat ini belum ada klarifikasi maupun itikad baik dari yang bersangkutan KEPADA SAYA terkait permasalahan yang dia buat," tulis Leonakanza.
Ia berharap ke depan pihak yang bersangkutan dapat menunjukkan sikap bertanggung jawab dan menyelesaikan persoalan tersebut dengan baik.
"Saya berharap ke depannya tetap ada sikap bertanggung jawab dan penyelesaian yang baik dari pihak yang bersangkutan," lanjutnya.
Leonakanza juga berharap kejadian tersebut dapat menjadi pembelajaran mengenai pentingnya integritas, etika, dan rasa hormat dalam setiap tindakan.
"Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran yang baik, serta semakin menguatkan pentingnya integritas, etika, dan rasa hormat dalam setiap tindakan," tulisnya.
Dalam unggahan tersebut, Leonakanza juga menyampaikan rencana untuk bertemu dengan pihak Kirana Clinic secara langsung.
Pertemuan tersebut kemungkinan dilakukan pada pekan depan untuk bersilaturahmi dan berkomunikasi secara langsung.
"Insyaallah, apabila tidak ada halangan, kemungkinan minggu depan akan ada kesempatan untuk bersilaturahmi dengan pihak klinik. Semoga pertemuan tersebut dapat menjadi ruang untuk berkomunikasi dengan baik dan menjaga hubungan yang tetap harmonis," tulisnya.
Sebelumnya, persoalan ini mencuat setelah Leonakanza mengunggah tangkapan layar percakapan DM Instagram yang disebut berasal dari akun milik dr. Muhammad Iqbal.
Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian di media sosial.
Dalam perkembangan terbaru, manajemen Kirana Clinic menyatakan penugasan dr. Mi Sp.OG dinonaktifkan sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Sebelumnya Kirana Clinic Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu memberikan klarifikasi terkait kasus viral dugaan DM tak pantas yang dikaitkan dengan salah satu dokter yang bekerja di klinik tersebut.
Klarifikasi itu disampaikan Kirana Clinic melalui surat resmi bernomor 1184/SKM/KC/IX/2026 tertanggal 2 September 2026.
Dalam surat itu, manajemen Kirana Clinic menjelaskan sejumlah hal terkait percakapan di Instagram antara akun @ibald dan @leonakanza_17.
Akun @ibald disebut merupakan akun media sosial milik dokter kandungan berinisial MI, salah satu tenaga ahli di Kirana Clinic.
Manajemen Kirana Clinic menyebut persoalan tersebut merupakan percakapan pribadi yang terjadi di luar lingkungan pelayanan kesehatan.
"Manajemen menyatakan bahwa permasalahan di media sosial yang diduga dilakukan oleh Saudara dr. Muhammad Iqbal, Sp.OG tersebut merupakan percakapan pribadi dan terjadi di luar lingkungan proses pelayanan kesehatan di Kirana Clinic," tulis pihak klinik dalam surat tersebut, dikutip TribunBengkulu.com, Rabu (2/9/2026).
Meski demikian, pihak klinik mengaku telah meminta dokter yang bersangkutan memberikan klarifikasi secara personal terkait persoalan yang berkembang.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab profesi agar persoalan yang beredar dapat dijelaskan.
Kirana Clinic juga menyatakan telah mengambil tindakan terhadap dokter tersebut.
"Penugasan dr. Muhammad Iqbal, Sp.OG di Kirana Clinic kami nonaktifkan sampai batas waktu yang belum ditentukan," tulis manajemen.
Selain itu, Kirana Clinic menegaskan tetap berkomitmen menjaga integritas, profesionalisme serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Kirana Clinic berkomitmen penuh untuk menjaga integritas, profesionalisme, dan kualitas layanan bagi seluruh masyarakat," tulis pihak klinik.
Manajemen Kirana Clinic juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat persoalan tersebut.
"Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat situasi ini," tulisnya.
Pihak klinik berharap klarifikasi tersebut bisa memberikan kejelasan sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
"Kami berharap klarifikasi ini dapat meluruskan situasi yang berkembang dan memberikan kejelasan bagi semua pihak yang terkait," tulis Kirana Clinic.
Sebelumnya, saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com pada Selasa (1/9/2026), pihak Kirana Clinic juga menyampaikan bahwa dokter yang bersangkutan mengaku akun media sosialnya telah diretas.
Pihak klinik menyebut peretasan dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
"Iya (dihack), sudah dilaporkan ke polisi," ujar pihak klinik saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com, Selasa (1/9/2026).
Pihak klinik juga menyebut persoalan tersebut telah dilaporkan kepada kepolisian dan dokter yang bersangkutan telah didampingi pengacara.