SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Bantuan pangan berupa beras terus disalurkan untuk meringankan beban ekonomi warga di tengah tingginya harga kebutuhan pokok di pasaran.
Kali ini giliran warga di Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang menerima bantuan beras yang disalurkan Perum Bulog, Rabu (2/9/2026) pagi.
Dari pantauan SURYAMALANG.COM, warga berbondong-bondong menuju Balai RW 8, Kelurahan Sukun, Kota Malang sejak pagi.
Ibu rumah tangga hingga Lansia ikut mengantre mendapatkan beras jenis medium itu dengan total 30 kilogram.
Sebanyak 30 kilogram beras tersebut diberikan kepada para penerima manfaat pada bulan Juli, Agustus dan September 2026.
Ngayatin, penerima manfaat, mengaku sangat terbantu dengan adanya program penyaluran bantuan tersebut.
Warga RT 6 RW 2 Kelurahan Sukun itu bilang bahwa bantuan paket beras seberat 30 kilogram ini merupakan yang kedua kalinya ia terima.
Baca juga: Proyek Tol Malang-Kepanjen Rp 10,04 Triliun Ditawarkan ke Investor, Bina Marga Siapkan Trase Baru
Menurutnya, bantuan ini datang di waktu yang tepat mengingat harga beras di pasaran saat ini mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni menyentuh angka Rp 17 ribu per kilogram.
"Sangat terbantu. Sekarang harga beras di pasaran sedang naik," ujar Ngayatin saat ditemui SURYAMALANG.COM di lokasi penyerahan bantuan.
Ia menjelaskan, bantuan beras tersebut biasanya habis digunakan untuk konsumsi seluruh anggota keluarganya.
Dengan jumlah anggota keluarga sebanyak enam orang yang tinggal dalam satu rumah, kebutuhan akan beras cukup tinggi.
Melihat manfaat besar yang dirasakan oleh warga kurang mampu, Ngayatin berharap program bantuan beras dari pemerintah ini dapat terus berlanjut secara berkala untuk menjaga stabilitas pangan masyarakat.
"Ya semoga bantuan seperti ini bisa tetap berlanjut terus," pungkasnya dengan nada gembira.
Kegiatan penyaluran bantuan pangan tersebut juga dihadiri Direktur Keuangan Perum Bulog, Hendra Susanto, yang hadir langsung meninjau pelaksanaan.
Ia menjelaskan bahwa percepatan penyaluran dilakukan agar masyarakat dapat merasakan langsung keberhasilan program swasembada pangan nasional sekaligus memeriahkan momentum kemerdekaan Republik Indonesia.
"Yang utama agar masyarakat dapat merasakan langsung keberhasilan program swasembada pangan nasional sekaligus memeriahkan momentum kemerdekaan RI," terang Hendra Susanto.
Hendra mengatakan bahwa penerima bantuan beras yakni yang terdata dalam kelompok desil 1 hingga desil 4.
Pihaknya bilang stok beras nasional tercatat di kisaran angka 4,9 juta hingga 5,17 juta ton per akhir Agustus hingga awal September 2026.
"Dengan stok beras yang banyak, Presiden ingin beras ini bisa langsung dinikmati oleh masyarakat," ujar Hendra.
Pemerintah bersama Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan bantuan pangan beras periode Juli, Agustus, September 2026 sebesar 10 kg per bulan yang dicairkan sekaligus sebanyak 30 kg per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dengan penyaluran bantuan pangan beras, pihaknya berharap agar menjaga stabilitas harga pangan, menekan angka pengeluaran warga tidak mampu, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Baca juga: DPRD Kabupaten Malang Sebut Alih Status PPPK ke Pemerintah Pusat Jadi Angin Segar Keuangan Daerah