Musim Kemarau Diprediksi hingga Januari 2027, 2 Kelurahan di Jakarta Ini Mulai Alami Kekeringan
Irwan Wahyu Kintoko September 02, 2026 02:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Januari 2027 mulai berdampak pada sejumlah wilayah di Jakarta.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kekeringan, kekurangan air bersih, hingga kebakaran.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kemarau tersebut diperkirakan berlangsung cukup panjang.

"El Nino diperkirakan panjang sampai akhir September ini, BMKG bahkan memprediksi sampai Januari 2027,” kata Pramono saat memimpin Apel Jaga Jakarta dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau di Lapangan Silang Monas sisi selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Siap Lakukan Modifikasi Cuaca Jika Terjadi Kemarau Berkepanjangan di Ibu Kota

Untuk menghadapi kemungkinan kekurangan air bersih, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 29 tangki air yang berasal dari 10 instansi dan lembaga yang ikut membantu penanganan dampak kemarau.

Menurut Pramono, saat ini sudah terdapat dua kelurahan di Jakarta yang mengalami kekeringan, yakni Kelurahan Kalibaru dan Kelurahan Semper.

Selain ancaman kekeringan, kondisi musim kemarau juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Ibu Kota.

Berdasarkan laporan BPBD, sebanyak 457 kejadian kebakaran terjadi di Jakarta sepanjang Juli hingga Agustus 2026.

Baca juga: Kemarau Panjang, Pulau Sampah Muncul di Sisi Selatan Situ Cilodong Depok

Sekitar 240 kejadian kebakaran terjadi pada Agustus 2026.

Pramono mengatakan, penyebab kebakaran paling banyak diduga karena korsleting listrik. 

Penyebab lainnya adalah pembakaran sampah dan kelalaian warga membuang puntung rokok.

Pramono meminta kesiapsiagaan dilakukan hingga tingkat rukun warga (RW), termasuk memastikan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR).

Baca juga: Kemarau Meluas di Depok, TNI Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 160 Warga Beji

Ia meminta seluruh jajaran pemerintah tidak hanya bergerak ketika kebakaran maupun persoalan kekeringan sudah terjadi. Upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini.

Kepala BPBD DKI Jakarta Marulitua Siajabat mengatakan, warga yang mengalami kekeringan atau kekurangan air bersih dapat melaporkan kondisi tersebut melalui layanan darurat 112.

BPBD berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk memastikan distribusi air bersih dapat dilakukan ke wilayah yang membutuhkan. (m27)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.