TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Polisi menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Semeru, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Kebakaran yang telah berlangsung selama delapan hari tersebut berdampak pada kawasan hutan milik Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 600 hektare.
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran, termasuk kemungkinan adanya kelalaian manusia (human error) maupun dugaan pembakaran.
Menurut Riki, proses penyelidikan juga mendapat dukungan dari Polda Jawa Timur.
"Sudah melakukan tahap penyelidikan apakah ada human error atau pelaku pembakaran," ujar Riki, Rabu (2/9/2026).
Baca juga: Polres Lumajang Tangkap 29 Tersangka Narkoba, Sita 172 Gram Sabu
Penyelidikan belum dapat dilakukan secara optimal karena titik-titik kebakaran berada di kawasan jalur pendakian menuju Ranu Kumbolo. Kondisi medan membuat petugas memiliki keterbatasan untuk menjangkau seluruh lokasi.
Riki menjelaskan, petugas baru dapat melakukan pemantauan dari bawah untuk sejumlah titik di sepanjang jalur pendakian.
"Dari mulai pos 1,2,3,4 dan 5 di Jalur Pendakian Ranu Kumbolo, kami hanya bisa mantau dari bawah. Kami sempat juga melakukan pendakian bersama Samapta, tapi sampai saat ini belum ditemukan dugaan tindak pidana pembakaran," kata Riki.
Riki sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Pekalongan, Polda Jawa Tengah.
Baca juga: Di Tengah Erupsi, Kebakaran Lereng Gunung Semeru Kian Meluas, Kini Capai 598 Hektare
Polisi berencana melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) bersama tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) untuk mengidentifikasi titik yang diduga menjadi sumber api.
Namun, pemeriksaan tersebut baru akan dilakukan setelah kondisi kebakaran benar-benar aman dan seluruh api berhasil dipadamkan.
"Biasanya nanti dilakukan Labforensik bersama Inafis di titik yang diduga rawan adanya human eror tersebut atau tindak pidana pembakaran. Tapi sampai saat ini masih belum, kami masih melakukan upaya pemadaman," kata dia.
Di tengah proses penanganan, kondisi kebakaran di kawasan TNBTS wilayah Kecamatan Senduro mulai menunjukkan perkembangan. Menurut Riki, kobaran api di wilayah Senduro perlahan mulai padam.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah titik api yang pergerakannya mengarah ke wilayah Kabupaten Malang.
"Alhamdullah masih aman. Memang ada beberapa titik api, tapi saya lihat mengarah ke Kabupaten Malang, untuk wilayah Senduro sendiri perlahan lahan api mulai padam, mohon doanya," ungkapnya.
Untuk membantu penanganan karhutla, Polres Lumajang bersama Polsek Senduro telah mengerahkan sekitar 50 personel. Mereka bergabung dengan tim gabungan untuk mendukung upaya pemadaman dan penanganan kebakaran di kawasan lereng Gunung Semeru.
Hingga Rabu (2/9/2026), polisi masih memprioritaskan pemadaman sebelum melakukan pemeriksaan forensik secara menyeluruh terhadap titik-titik yang dianggap berpotensi menjadi sumber kebakaran.